Tari Sesaji Baruna, Yoyok Ajak Masyarakat Peduli Kelestarian Alam

Menyemarakkan Hari Tari Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 April, penari kondang asal Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo, menyuguhkan doa lewat tarian karyanya bertajuk 'Sesaji Baruna Memayu Hayuning Bawono'.


Menyemarakkan Hari Tari Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 April, penari kondang asal Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo, menyuguhkan doa lewat tarian karyanya bertajuk 'Sesaji Baruna Memayu Hayuning Bawono'.

Tari tersebut, kata Yoyok, merupakan doa untuk kelestarian alam. Menurutnya, manusia terlalu banyak mengeksploitasi sumber daya alam, salah satunya adalah air.

"Karya ini saya beri nama 'Sesaji Baruna'. Sebuah doa agar ketersediaan air terus terjaga. Selain itu, juga pola manusia dalam menggunakannya bisa sadar untuk berhemat,"kata Yoyok, Jumat (30/4).

Lebih jauh, Yoyok mengajak masyarakat dan pelaku kesenian lainnya untuk terus saling mengingatkan tentang pentingnya menjaga air.

Menurutnya, salah satu cara untuk menjaga kelestarian bumi adalah dengan menjaga sumber air tetap ada. Artinya, lanjut dia, pola hidup hemat air perlu diterapkan oleh semua orang.

Tak hanya itu, bagi dia salah satu cara untuk saling mengingatkan adalah melalui pertunjukkan seni. Dia menilai, langkah ini lebih menarik dilakukan sebagai seorang pelaku seni.

"Seperti kita tahu dari beberapa hasil riset, di Jawa Tengah sendiri kita terancam krisis air beberapa tahun lagi. Kalau kita tidak saling mengingatkan, maka siapa lagi yang mau?" pungkasnya. [sth]