Katahati, Pecinta Gowes yang Memilih Nama Kekinian

Lifestyle  MINGGU, 06 JUNI 2021 , 17:03:00 WIB | LAPORAN: STEFY THENU

Katahati,  Pecinta Gowes yang Memilih Nama Kekinian
RMOLJateng.  Pagi baru saja tiba. Usai shalat subuh, H. Wahyudin, bergegas mengeluarkan sepeda miliknya dari garasi. Dua sepeda miliknya dan sang istri segera berpindah ke teras rumah. Selain mengecek ban, dia juga menyiapkan helm, sarung tangan, serta minuman di botol. Masker dan handsanitizer, sebagai protokol kesehatan selama pandemi, tak luput dibawanya.

Hari ini, Minggu (6/6), Haji Udin, panggilan akrabnya, bersiap melakukan rutinitas bersepeda bersama komunitas pecinta gowes Katahati. Ya, para pehobi sepeda di kawasan Pucanggading itu, punya hajat penting: launching Jersey baru dan bakti sosial kepada warga kurang mampu.

Haji Udin menuturkan, hari ini menjadi momentum hari lahirnya komunitas gowes Katahati. Sudah empat tahun terakhir rutin bersepeda setiap hari Sabtu dan Minggu, bahkan di hari libur nasional, namun dia dan puluhan rekannya belum memiliki komunitas resmi.

"Maka, hari ini, kami bersepakat menyebut diri sebagai komunitas gowes Katahati. Namanya sengaja kami pilih unik dan kekinian, agar tak asing dan akrab ditelinga anak muda zaman now," ungkapnya, Minggu (6/6).

Katahati, kata dia, tidak sekadar kata kosong belaka. Namun punya makna filosofis. Nama itu diambil dari akronim "KArena kiTA HArus punya arTI". Filosofinya, karena manusia hidup harus punya arti (bermanfaat) bagi orang lain.

Misi Peduli dan Berbagi
"Maka, misi kami bukan hanya guyub rukun dan sehat bersama, melainkan ingin punya misi kepedulian sosial, yakni peduli dan berbagi kepada masyarakat sekitar, utamanya yang kurang mampu," papar pria yang dipercaya menjadi ketua komunitas gowes Katahati ini.

Dikatakan, bulan Juni dipilih sebagai bulan kelahiran karena bulan ini adalah bulan kelahiran Pancasila, yang bermakna identitas dan pemersatu bangsa.

Saat ini, Katahati beranggotakan 35 orang yang berasal dari kawasan Pucanggading dan sekitarnya. Sebagian besar adalah tetangga dekat dan kawan lama yang sudah saling mengenal sebelumnya, sehingga mereka cepat berbaur dan akrab satu sama lain.

"Sebagai momentum kelahiran, sesuai misi kami tersebut, hari ini kami menyalurkan paket sembako kepada 14 orang warga sekitar kompleks perumahan yang kurang mampu. Kami tergerak membantu sesama yang membutuhkan, apalagi ditengah kondisi sulit di masa pandemi sekarang ini," imbuhnya.
Bantuan sembako dikumpulkan secara swadaya atas dasar kerelaan dan keikhlasan para anggota, tanpa adanya paksaan atau kewajiban. Bakti sosial pemberian paket sembako itu dilakukan usai bersepeda dan peluncuran perdana Jersey Katahati yang digelar di Brown Canyon, Rowosari, Semarang.
Novi Kurniasari, salah seorang anggota Katahati mengaku senang dengan acara peluncuran Jersey dan bakti sosial tersebut.

"Saya senang karena lewat hobi gowes, warga menjadi semakin guyub, rukun dan sehat. Misi peduli dan berbagi seperti ini saya suka dan sangat mendukung," ujarnya.

Retno Wahyudianto, anggota lainnya mengaku bangga, karena komunitas gowes Katahati memiliki kepedulian sosial untuk membantu sesama.

"Saya bangga dan senang bisa bergabung dengan Katahati," ujar pria akrab disapa Ino, yang sehari-hari menjabat Ketua RW 25 Pucang Argo ini.

Ikhtiar untuk sehat dari para pecinta gowes, memang patut ditiru. Namun, rasa kepedulian sosial yang menjadi misi mereka selain ikhtiar sehat, seperti yang dilakukan komunitas gowes Katahati tersebut,  jelas sangat layak pula untuk dihargai.

Bersepeda, bukan saja telah menjadi gaya hidup sehat di masyarakat kita, melainkan dapat menjadi sarana sosial untuk merekatkan kerukunan antarwarga dan meningkatkan  solidaritas sosial kepada sesama. [sth]














   


Komentar Pembaca
Masjid Kontainer

Masjid Kontainer

SELASA, 27 APRIL 2021 , 14:59:00

Perawatan Tanaman

Perawatan Tanaman

RABU, 28 APRIL 2021 , 18:04:00

Tabur Bunga Untuk Korban Kapal Selam Nanggala KRI 402