Dewan Minta Ada Uji Coba Sebelum Pelaksanaan Hari Angkutan Umum Di Semarang

Politik  SELASA, 01 JUNI 2021 , 16:52:00 WIB | LAPORAN: LIA DINA YUNITA

Dewan Minta Ada Uji Coba Sebelum Pelaksanaan Hari Angkutan Umum Di Semarang
RMOLJateng. Hari Angkutan Umum (Public Transport Day) Kota Semarang sudah diumumkan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, akan dilaksanakan setiap hari Selasa, mulai tanggal 8 Juni hingga 6 Juli 2021.

Selama satu bulan, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Semarang wajib menggunakan angkutan umum dan online untuk melakukan kegiatan diluar rumah. Sedangkan untuk masyarakat umum, hanya bersifat himbauan.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim sangat mendukung langkah Pemerintah Kota Semarang dalam rangka mengurangi polusi udara serta kepadatan lalu lintas yang ada di Kota Semarang.

Bahkan pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung adanya kebijakan tersebut.

Namun, kata Mualim, sebelum kebijakan tersebut dilaksanakan secara serentak di Kota Semarang, ada baiknya dilakukan terlebih dahulu masa uji coba.

Hal ini untuk mengevaluasi hal apa saja yang harus ditekankan saat Public Transport Day berlangsung, terutama terkait dengan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

"Pemkot Semarang dihimbau untuk mensosialisasikan kepada masyarakat dengan adanya hari angkutan umum tetap tidak boleh meninggalkan prokes, baik itu pengguna jasa angkutan umumnya maupun penyedianya. Paling tidak, ada uji cobanya dulu dan nanti di evaluasi, jika memang hasil evaluasi baik ya bisa di tingkatkan lagi, jika masih ada kekurangan ya harus dibenahi dulu," papar Mualim, Selasa (1/6).

Meski ada hal positifnya, tambah Mualim, Pemkot Semarang juga harus menyiapkan segala kemungkinan terburuk saat warga Semarang, terutama ASN wajib menggunakan angkutan umum dan online di hari Selasa.

"Seandainya nanti misalnya mau pakai yang online apakah aplikasinya bisa connect dengan baik, tidak sibuk atau hang itu harus di waspadai, karena disatu sisi ASN kan masuknya jam 7 pagi jadi harus benar-benar dipertimbangkan susah atau tidak mendapatkan angkutan online di jam sibuk," imbuhnya.

Selain angkutan online, dirinya juga menyoroti angkutan umum seperti BRT Trans Semarang yang akan digunakan pada Public Transport Day.

Pemkot Semarang harus benar-benar menyiapkan armada dan rute pada jam sibuk terutama saat berangkat kerja.

"Apakah nanti jika ASN se-Kota Semarang dan warga masyarakat lain menggunakan angkutan umum dan online, apakah armadanya juga mencukupi untuk menampung itu semua, misalnya ojek online apakah bisa mengantarkan lebih dari 3 orang dalam waktu yang berdekatan karena ASN kan jam kerjanya sama semua," tuturnya.

Untuk angkutan umum yang bisa diisi lebih dari 10 penumpang, dirinya berharap protokol kesehatan selalu bisa diterapkan selama didalam angkutan umum.

"Jika ada yang naik angkutan umum atau BRT nanti dari pihak BRT juga harus mempersiapkan segala sesuatunya seperti prokes yang harus dipatuhi seperti memakai masker dan jaga jarak didalam angkutan umum ini juga harus diperhatikan," paparnya.

Dewan berharap semuanya bisa dipersiapkan sebaik mungkin sebelum hari H pelaksanaan.

Bahkan untuk pengawasan juga harus dilakukan dengan ketat terutama dalam penegakan protokol kesehatan.

"Jangan sampai dengan adanya kebijakan baru tapi tidak dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang baik malah bisa menimbulkan kasus baru Covid-19," ungkapnya.

Mualim juga mengatakan jika sebuah kebijakan baru pasti akan ada pro, kontra dan kendalanya. Dari hal ini diharapkan Pemkot selaku pembuat kebijakan bisa konsisten dalam melakukan kebijakan tersebut.

"Harapan kami jika nantinya bisa berjalan dengan baik dan memang bisa efektif, bisa diperpanjang lagi masa berlakunya, jadi kalau bisa jalan terus, justru bagus apalagi jika bisa berimbas positif bagi masyarakat kota Semarang," pungkasnya. [jie]





Komentar Pembaca
Masjid Kontainer

Masjid Kontainer

SELASA, 27 APRIL 2021 , 14:59:00

Perawatan Tanaman

Perawatan Tanaman

RABU, 28 APRIL 2021 , 18:04:00

Tabur Bunga Untuk Korban Kapal Selam Nanggala KRI 402