Overlapping Sertifikat Miliknya, Sukawi Sutarip Duga Ada Unsur Kesengajaan

Hukrim  JUM'AT, 07 MEI 2021 , 18:02:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Overlapping Sertifikat Miliknya, Sukawi Sutarip Duga Ada Unsur Kesengajaan
RMOLJateng. Mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip, menduga overlapping sertifikat tanah yang dimilikinya ada unsur kesengajaan.

Menurutnya, lahan miliknya yang sekarang menjadi sengketa sudah dia beli sejak tahun 1993. Waktu itu, dia masih berprofesi sebagai developer perumahan.

Saat terpilih sebagai Wali Kota Semarang, Sukawi memilih menghentikan profesinya sebagai developer. Setelah pensiun, baru dia kembali menggeluti usaha developer perumahan.

Kemudian pada tahun 2013 dia memulai lagi usahanya sebagai developer. Namun baru diketahui pada tahun 2018, bahwa 1 bidang dari 30 lahan miliknya di Papandayan terindikasi overlapping sertifikat.

"Kami tahu setelah kami ajukan ukur ulang. Ternyata ada indikasi overlapping lahan. Maka kami laporkan ke BPN," kata Sukawi, Jumat (7/5).

Atas aduan Sukawi tersebut, digelar mediasi antar para pihak. Namun, pihak yang memiliki sertifikat lainnya tidak pernah hadir. Masalah berlarut-larut hingga Sukawi mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Semarang.

Sukawi menduga adanya inkonsistensi BPN dalam perkara tersebut. Menurutnya, saat ditanya terkait status tanah milik Sukawi Sutarip, BPN menerangkan kalau sertifikat tidak overlapping, dan tanah milik Sukawi tidak berada di situ.

Namun, saat ditanya oleh pihak Sukawi posisi lahan miliknya, BPN juga belum bisa memberikan keterangan.

"Saya sebetulnya tidak ingin berhadapan dengan BPN. Namun saya tidak ingin hal seperti ini terjadi terus menerus pada masyarakat. Maka saya laporkan juga ke Satgas Mafia Tanah di Polda Jateng," terang dia.

Sukawi menggugat Tan Yangky Tanuputra atas kepemilikan sertifikat HGB Nomor 1079 pada bidang lahan miliknya. Selain itu, Sukawi juga menggugat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Semarang sebagai turut tergugat.

Diketahui, Sukawi memiliki lahan tersebut sejak tahun 1993. Lahan yang semula bersertipikat HGB tersebut kemudian dinaikkan statusnya menjadi hak milik dengan nomor sertipikat 712, atas nama Haji Sukawi Sutarip. [jie]





Komentar Pembaca
Masjid Kontainer

Masjid Kontainer

SELASA, 27 APRIL 2021 , 14:59:00

Perawatan Tanaman

Perawatan Tanaman

RABU, 28 APRIL 2021 , 18:04:00

Tabur Bunga Untuk Korban Kapal Selam Nanggala KRI 402