Masyarakat Umum Bisa Ikut Vaksin Drive Thru Di Balaikota, Ini Syaratnya

Daerah  SENIN, 03 MEI 2021 , 20:49:00 WIB | LAPORAN: LIA DINA YUNITA

Masyarakat Umum Bisa Ikut Vaksin Drive Thru Di Balaikota, Ini Syaratnya
RMOLJateng.  Program vaksinasi nasional hingga saat ini masih terus berjalan. Kota Semarang masih memprioritaskan warga lansia untuk mendapatkan vaksin.

Dinas Kesehatan Kota Semarang membuka layanan vaksinasi Drive Thru Peduli Lansia yang akan berlokasi di Depan Gedung DPRD Kota Semarang, area Balaikota Semarang mulai pukul 19.00-21.00. Vaksinasi akan dilaksanakan mulai Senin-Jumat.

"Pak Wali sudah memberi izin kita lakukan vaksinasi drive thru di balaikota mulai hari ini setiap jam 19.00-21.00," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, Senin (3/5).

Hakam menjelaskan, peserta vaksinasi drive thru tidak hanya lansia saja, tapi juga masyarakat umum. Namun, untuk masyarakat umum yang akan melakukan vaksinasi harus membawa dua orang lansia pada saat vaksinasi.

Masyarakat umum atau nonlansia yang boleh melakukan vaksinasi drive thru di Balai Kota harus memiliki KTP Semarang dan berusia antara 18-59 tahun. Nonlansia ini harus mendaftarkan dirinya dan dua orang lansia yang dibawa, melalui victori.semarangkota.go.id.

"Harapannya memang kalau kemarin di Puskesmas Pandanaran mungkin hanya 33 dosis sehari, ini kita naikkan menjadi 50 dosis, nanti kita lihat responnya kalau oke nanti kita bisa tingkatkan lagi," ungkapnya.

Hakam menjelaskan,  jika nonlansia tidak membawa dua orang lansia untuk vaksin, maka dinyatakan batal mendapat vaksin. Karena memang prioritas vaksinasi masih untuk para lansia.

"Targetnya memang lansia, tahap dua ini  target keseluruhan 330 ribu dan sudah terpakai 75%, untuk lansia sendiri sekitar 60% atau nilainya 83.000 dari 190.000, kemudian petugas publik hampir 120.000," paparnya.

Hakam juga mengimbau untuk masyarakat lansia bisa menerima vaksinasi. Terlebih untuk beberapa wilayah di Kota Semarang seperti Genuk dan Gunungpati yang lansianya masih susah menerima vaksin karena kurangnya edukasi ke masyarakat.

"Genuk masih 18-20% lansianya yang divaksin, masih ada daerah-daerah yang agak susah diajak untuk melakukan vaksinasi, harapannya dengan pemberitaan ini masyarakat bisa mengetahui bahwa vaksin aman dan halal." pungkasnya.

Sementara itu, Aisatun (73), salah seorang lansia yang melakukan vaksinasi drive thru mengaku tidak merasakan efek apapun usai divaksin. Aisatun mengetahui kabar vaksin drive thru melalui PKK RT di kawasan tempat tinggalnya di Bulustalan.

"Saya ke sini sama anak dan suami saya. Alhamdulilah sudah divaksin, mudah dan cepat, tidak perlu banyak antrian jadi tidak ada risiko kerumunan juga. Tadi kami hanya menunjukkan KTP saja." kata Aisatun. [sth]



Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Layanan Mobil Kas Keliling

Layanan Mobil Kas Keliling

SENIN, 29 MARET 2021 , 10:27:00

Masjid Kontainer

Masjid Kontainer

SELASA, 27 APRIL 2021 , 14:59:00