Jelang Lebaran, Satpol PP Semarang Gelar Yustisi Di Pusat Perbelanjaan

Daerah  SENIN, 03 MEI 2021 , 19:41:00 WIB | LAPORAN: LIA DINA YUNITA

Jelang Lebaran, Satpol PP Semarang Gelar Yustisi Di Pusat Perbelanjaan
RMOLJateng. Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang masih 10 hari lagi, membuat beberapa masyarakat menghabiskan waktu untuk berbelanja kebutuhan lebaran di pusat perbelanjaan.

Untuk memantau dan mencegah kerumunan yang terjadi di pusat perbelanjaan di kota Semarang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menggelar yustisi terkait dengan pelanggaran protokol kesehatan di beberapa Mall dan Pusat Perbelanjaan di Kota Semarang.

Dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, razia prokes kali ini menyisir pusat perbelanjaan Giant Siliwangi, Paragon Mall, DP Mall, dan ADA Siliwangi.

"Hari ini kita yustisi terkait kerumunan, mulai dari Giant, Paragon, DP Mall ternyata tidak ada kerumunan, karena kita antisipasi yang terjadi di Jakarta maupun di Makassar," kata Fajar, Senin (3/5) petang.

Tiga tempat perbelanjaan dinyatakan aman dari adanya kerumunan pengunjung,  namun di ADA Siliwangi terlihat kerumunan, mulai dari pintu masuk toko hingga ke dalam area perbelanjaan.

Petugas Satpol menyisir masuk ke dalam toko dan memperingatkan pengunjung untuk menjaga jarak saat mengantri di kasir maupun memilih barang belanjaan. Tak jarang, beberapa petugas menegur pengunjung nakal, yang mencopot maskernya saat berbelanja.

Fajar mengatakan, ADA Siliwangi terindikasi terjadi kerumunan. Satpol PP akan memberikan surat peringatan dan memanggil pimpinan pusat perbelanjaan itu ke markas Satpol PP untuk memberikan keterangan.

"Di Ada Siliwangi ada indikasi kerumunan karena faktornya penataan barang-barangnya terlalu rapat, harus di atur ulang karena pengunjung terlihat menggerombol," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, General Manager ADA Siliwangi, Hendro, enggan memberikan keterangan kepada media terkait terjadinya kerumunan.

Meski demikian, Fajar memberikan apresiasi kepada beberapa mall yang ada di Kota Semarang yang telah benar-benar menjaga dan mengingatkan tentang protokol kesehatan kepada para pengunjung yang datang.

"Saya apresiasi mall yang ada di kota semarang karena tertib, hand sanitiser, pencuci tangan, thermogun semua disiapkan, dan kita cek di paragon tadi sama sekali tidka ada kerumunan, jadi memang bisa dibilang mall di kota semarang lebih bagus terkait prokes," tuturnya.

Dijelaskan, yustisi tidak hanya dilakukan satu kali saja, namun akan dilakukan beberapa kali hingga H-2 lebaran. Bahkan nantinya jika ada yang melanggar, maka Satpol PP tidak segan untuk menyegel sementara mall atau toko tersebut.

Fajar juga mengatakan, sebagian diantara pengunjung yang datang ke mall biasanya orang dari luar kota yang masuk ke Semarang. Menurutnya, warga Semarang justru patuh akan aturan yang telah ditegaskan oleh pemerintah kota.

"Kami tidak akan beri teguran, langsung kami segel mallnya jika pada yustisi berikutnya ditemukan banyak kerumunan yang tidak mematuhi prokes, jika ada temuan kerumunan langsung kita undang GM nya langsung kita beri stiker tutup sementara," tegasnya. [sth]

Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Layanan Mobil Kas Keliling

Layanan Mobil Kas Keliling

SENIN, 29 MARET 2021 , 10:27:00

Masjid Kontainer

Masjid Kontainer

SELASA, 27 APRIL 2021 , 14:59:00