Israel Diduga Ada Di Balik Penyerangan Kapal Kargo Iran Di Laut Merah

Dunia  RABU, 07 APRIL 2021 , 08:54:00 WIB | LAPORAN: HENDRATI HAPSARI

Israel Diduga Ada Di Balik Penyerangan Kapal Kargo Iran Di Laut Merah
RMOLJateng. Sebuah kapal berbendera Iran 'Saviz' diduga diserang di Laut Merah di lepas pantai Eritrea. Sebuah spekulasi beredar luas bahwa Israel mungkin berada di balik insiden tersebut.

Serangan itu dilaporkan terjadi pada Selasa (6/4) malam, beberapa jam setelah Iran mengadakan pembicaraan putaran pertama dengan kekuatan Barat di Wina dalam upaya untuk menyelamatkan perjanjian nuklir 2015, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (7/4).

Laporan awal menunjukkan bahwa kapal pengintai intelijen Saviz, yang terkait dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, menjadi sasaran ranjau magnet, meskipun para pejabat di Teheran belum mengomentari insiden tersebut.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi di dekat Yaman, memicu spekulasi bahwa kapal itu mungkin digunakan untuk mendukung pemberontak Houthi di negara yang dilanda perang itu.

Laporan di media Iran mengklaim bahwa insiden itu dipicu oleh ledakan ranjau limpet yang terpasang di kapal, yang telah ditempatkan di Laut Merah selama beberapa tahun "membantu pasukan angkatan laut Iran" yang dikirim dalam misi pengawalan kapal komersial.

Ketegangan antara Iran dan musuh lamanya Israel telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah pemerintahan baru Presiden Joe Biden di Washington menyatakan kesediaannya untuk menghidupkan kembali diplomasi dengan Teheran.
Ini semakin meningkat setelah Iran menuduh Israel membunuh ilmuwan nuklir terkemuka Mohsen Fakhrizadeh, setelah itu kedua belah pihak meningkatkan aktivitas di perairan regional.

Di masa lalu, kedua belah pihak dalam banyak kesempatan menuduh satu sama lain melakukan serangan terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi tentang insiden terbaru dari Tel Aviv.

Sementara, Juru Bicara Pentagon Komandan Jessica L. McNulty mengomentari insiden tersebut dengan mengatakan: "Kami mengetahui laporan media tentang insiden yang melibatkan Saviz di Laut Merah. Kami dapat mengonfirmasi bahwa tidak ada pasukan AS yang terlibat dalam insiden tersebut.

"Kami tidak memiliki informasi tambahan," katanya dikutip dari Kantor Berita RMOL.

'Saviz' diberi sanksi pada tahun 2018 oleh pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump. Kapal itu ditempatkan di Perbendaharaan Khusus Warga Negara dan Daftar Orang yang Diblokir (SDN). [hen]

Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Kesibukan Pekerja Saat Setahun Pandemi Covid-19
Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 , 14:08:00