Angka Covid Terus Turun, Pemkot Semarang Beri Kelonggaran Lagi Untuk PPKM

Pemerintahan  SELASA, 06 APRIL 2021 , 17:13:00 WIB | LAPORAN: LIA DINA YUNITA

Angka Covid Terus Turun, Pemkot Semarang Beri Kelonggaran Lagi Untuk PPKM
RMOLJateng. Angka kasus covid-19 di Kota Semarang terus mengalami penurunan. Data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukkan kasus aktif harian sekitar 30 kasus.

Berkaca dari angka tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan beberapa kelonggaran terkait aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang mulai ditetapkan Rabu (7/4).

Kelonggaran tersebut, menurut Hendi, sapaan akrabnya, harus dibarengi dengan disiplin diri dalam menerapkan protokol kesehatan.

Kelonggaran ini juga dimaksudkan untuk menggenjot perekonomian warga kota Semarang, yang sempat terpuruk selama satu tahun masa pandemi.

Adanya kelonggaran ini juga karena vaksinasi di kota Semarang sudah berjalan, meski belum semua golongan tervaksin.

"Kelonggaran pertama adalah jam operasional seperti mall yang kemarin sampai jam 21.00 sekarang bisa sampai jam 22.00, PKL, warung, minimarket, tempat hiburan yang sebelumnya sampai jam 23.00 sekarang bisa sampai jam 24.00, hajatan kemarin 50% dari kapasitas maksimal 100 orang saat ini maksimal 200 orang," jelas Hendi, usai memimpin rapat koordinasi dengan Forkopimda di Gedung Balaikota, Selasa (6/4).

Kelonggaran ini akan dilakukan hingga nanti bulan ramadhan tiba. Namun nantinya terkait dengan aturan jam buka tempat hiburan selama bulan ramadhan akan di susul dengan surat instruksi khusus wali kota yang saat ini sedang disusun.

"Lebih dari pukul 24.00 untuk tempat makan bisa dilakukan takeaway, jadi kalau buka boleh saja tapi tidak melayani makan di situ, jadi hanya takeaway saja, ini bisa dilakukan untuk sahur," katanya.

Terkait dengan kegiatan yang biasa diadakan masyarakat saat bulan ramadhan seperti sahur on the road atau buka bersama, Hendi menekankan sebaiknya tidak diadakan dahulu kegiatan yang sifatnya mengundang banyak orang dan berkerumunan.

"Seperti sahur on the road atau buka bersama tidak perlu dilakukan dulu, kalau emang mau berbagi dengan sesama tidak perlu di jalan tapi bisa langsung berbagi di tempatnya seperti panti. Aktivitas ibadah memang kita beri kelonggaran tapi jangan mengumpulkan massa," imbuhnya.

Untuk solat taraweh berjamaah dimasjid, Hendi juga memberikan izin untuk diadakan, yang mengacu pada surat edaran kementerian agama.

Namun dengan catatan, jamaah yang mengikuti solat taraweh hanya 50% dari kapasitas masjid atau mushola. Selain itu protokol kesehatan seperti pemakaian masker dan berjaga jarak tetap harus dijalankan.

"Kami dari Forkopimda merencanakan akan membuat tarling (taraweh keliling) namun hanya ditingkat Forkopimda saja, misalnya tarling di masjid At takwa Balaikota, di polrestabes, kodim, kajari, dsb. Namun yang ditingkat kecamatan kita tiadakan," bebernya.

Hendi berharap dengan kelonggaran ini masyarakat tidak perlu takut melakukan aktivitas namun tetap dengan prokes. Namun jika ada masyarakat yang melanggar aturan yang sudah dilonggarkan ini, Hendi dengan tegas akan membubarkan bahkan menyegel pelaku usaha yang melanggar.

Senada, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman menyambut baik dengan keputusan pemerintah kota Semarang untuk memberikan kelonggaran dalam aturan PPKM.

Dirinya berharap, perekonomian masyarakat Semarang bisa terus meningkat dengan adanya kelonggaran ini.

"Saya sangat setuju dengan kelonggaran yang diberikan pemerintah Kota Semarang. Hal ini bisa memacu semangat warga semarang untuk meningkatkan perekonomian dengan prokes tentunya ya. Apalagi sudah mendekati bulan puasa juga, semoga warga bisa patuh dan tertib," Kata Pilus, sapaannya. [jie]





Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Kesibukan Pekerja Saat Setahun Pandemi Covid-19
Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 , 14:08:00