Event Wisata Purbalingga Masuk Kalender Kementerian Pariwisata

Pariwisata  SENIN, 05 APRIL 2021 , 18:24:00 WIB | LAPORAN: PRAYITNO

Event Wisata Purbalingga Masuk Kalender Kementerian Pariwisata
RMOLJateng. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi  meminta agar wisata di Purbalingga semakin matang setelah adanya bandara.

Ia menargetkan agar event-event wisata di Purbalingga bisa berkembang dan masuk dalam salah satu Kalender Kementerian Pariwisata (Wonderfull Indonesia).   

"Kalau bicara attraction, event-event wisata yang sudah ada perlu dikembangkan agar bisa masuk ke Kalender Kementerian Pariwisata. Itu akan menjadi pintu gerbang agar wisata kita juga ikut dipromosikan kementerian. Kita punya  Festival Gunung Slamet, Golaga Jazz Festival, Batik in The Cave, itu kita bangun agar bisa jadi event tahunan yang menarik wisatawan dari luar,” katanya saat menerima audiensi dengan Tourism Indonesia Centre, Senin (5/4) di Ruang Rapat Bupati.    

Menurut Bupati, faktor pendukung pariwisata 4A (Accessibility, Amenity, Attraction, Ancillary) di Purbalingga sudah ada. Untuk Ancillary, Purbalingga sudah memiliki TIC, ketika Raperda Penyelenggaraan Kepariwisataan juga terbentuk Badan Promosi Wisata sebagai organisasi pendukung konektor pariwisata satu dengan yang lain.    

Dinporapar dan TIC nantinya bperlu memetakan restoran-restoran, hotel/penginapan, dibagi menjadi beberapa kelas mulai dari kelas backpacker sampai high class. Membagi segmen wisata apakah wisata alam, air, edukasi, religi atau yang lain.

"Bangun sebuah aplikasi yang bisa menuntun wisatawan mulai dari datang naik apa sampai dengan lokasi dan mau menginap di mana,” katanya.    

Terkait dengan Desa Wisata nantinya butuh pendampingan, agar pengembangan bisa efektif dan terarah. Perlu adanya pendampingan dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) dan manajemen.     Dari Desa Wisata yang bikin saya sedih kalau lagi booming kunjungan wisata sangat tinggi tapi setelah itu bisa downnya juga signifikan bahkan kalau tahun ini ada belum tahun tahun depan masih ada. Itu yang perlu kita perhatikan adalah masalah SDM dan manajemen, bantu mereka untuk melakukan penguatan,” katanya.   

Terkait dengan promosi wisata, nantinya tidak hanya mengundang biro wisata untuk mengikuti trip. Ke depan, Bupati meminta agar melibatkan influencer, apakah youtuber, selebgram, atau vlogger untuk mempromosikan wisata di Purbalingga melalui trip yang difasilitasi sepenuhnya oleh pemerintah.[sth]

Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Kesibukan Pekerja Saat Setahun Pandemi Covid-19
Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 , 14:08:00