UNS Launching 36 Produk Siap Komersil

Pendidikan  JUM'AT, 19 MARET 2021 , 13:56:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

UNS Launching 36 Produk Siap Komersil
RMOLJateng. Universitas Sebelas Maret (UNS) launching  Pameran Produk Siap Komersial secara luring dan daring. Dalam pameran produk siap komersial ini ada 36 jenis yang dipamerkan di depan halaman gedung LPPM UNS. 

Rektor UNS Jamal Wiwoho dalam sambutannya menyampaikan,  inovasi merupakan energi untuk menciptakan perubahan.

Inovasi juga menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan dan modal untuk memenangkan persaingan.  Oleh karena itu PTN- BH UNS bergegas untuk membentuk divisi Inovasi dan Hilirisasi.

"Karena dengan status PTN-BH kita diberikan otonomi yang lebih,  bagaimana perguruan tinggi kita melompat tidak hanya sekedar bisnis tapi juga lompatan-lompatan kreatifitas, inovasi termasuk di dalamnya  hilirisasi menjadi parameter yang penting," papar Rektor UNS, Jumat (19/3).

Jamal juga berpesan, agar jangan sampai semua kegiatan baik riset,  pengabdian masyarakat di UNS hanya menggugurkan kewajiban sebagai dosen dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Riset just not report, dan saya mendorong riset-riset kita jadi sebuah inovasi kemudian hilirisasi dan komersialisasi," imbuhnya. 

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Kuncoro Diharjo sampaikan Pameran Virtual Produk Komersial ini didasari atas dua hal. 

Diantaranya, adalah kesulitan mendapatkan undangan dari pihak luar untuk partisipasi di pameran nasional produk hasil riset dan inovasi UNS. 

Kedua iklim riset dan inovasi masih dominan bergerak pada tahapan riset terapan yang maksimal capaiannya hanya berupa prototipe produk pada level Technology Redinnes Level (TRL) 6 atau Innovation Rediness Level (IRL) 3.

"Semestinya, prototipe produk tersebut dilanjutkan risetnya hingga TRL 9 atau IRL 6 sehingga produk layak komersial," lanjutnya.

Awalnya, lanjut Kuncoro jumlah produk yang didaftarkan oleh inventor ada 71 produk. Pihaknya juga berkomunikasi lebih lanjut dengan mereka yang intinya bahwa produk yang akan dilaunching adalah produk yang benar-benar siap pasar,  sehingga sudah dipastikan siapa dan dimana proses produksinya.

Alhasil, 50 persen inventor mengundurkan diri karena khawatir jika ada permintaan pasar tidak dapat memenuhi janji produknya. Jadi pada pameran ini hanya ada 36 produk yang siap komersial.

"Sehingga 36 produk komersial yang dipamerkan ini akan kami serahkan kepada Bapak Rektor agar dapat dilanjutkan pada tahapan komersialisasi dan pemasaran produk ke masyarakat oleh unit bisnis baik yang ada di fakultas maupun di universitas," pungkasnya. [jie]









Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Layanan Mobil Kas Keliling

Layanan Mobil Kas Keliling

SENIN, 29 MARET 2021 , 10:27:00

Masjid Kontainer

Masjid Kontainer

SELASA, 27 APRIL 2021 , 14:59:00