Ekspansi Sektor Perumahan Berdampak Besar Bagi Perekonomian Nasional

Ekonomi  SENIN, 08 MARET 2021 , 20:53:00 WIB | LAPORAN: HENDRATI HAPSARI

Ekspansi Sektor Perumahan Berdampak Besar Bagi Perekonomian Nasional
RMOLJateng. Pengembangan di sektor perumahan memiliki dampak berlipat ganda.

Ekspansi di sektor perumahan memiliki dampak besar bagi perekonomian nasional.

Pengembangan sektor perumahan ikut mendorong tumbuhnya 174 sektor ekonomi lainnya. Nilainya pun tak sedikit, setara Rp48,8 triliun, dilansir dari Kantor Berita RMOL.

Plt. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu, mengatakan, perumahan merupakan sektor yang dapat meningkatkan lapangan kerja karena untuk setiap rumah yang dibangun setidaknya membutuhkan sekitar 5 pekerja.

Selain itu, produksi dan perdagangan nasional ikut  terdongkrak karena 90% bahan bangunan untuk mendirikan rumah merupakan produk lokal.

Bukan itu saja,  dari setiap unit rumah yang terjual, pemerintah mendapatkan penerimaan negara dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Balik Nama (BBN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Contoh nyata saja, setiap ada perumahan baru, pasti ada aktifitas ekonomi baru seperti warung, ojek, atau rumah makan. Dari kajian internal kami, sektor perumahan ini bisa berdampak pada 174 sektor lainnya yang bernilai hingga Rp48,8 triliun," jelas Nixon di Jakarta, Senin (8/3).

Lebih jauh Nixon mengatakan, ada lima sektor yang merasakan dorongan terbesar dari ekspansi sektor perumahan. Yakni, sektor perdagangan, jasa real estate, perdagangan mobil dan motor, jasa pendidikan pemerintah, dan jasa keuangan perbankan.

Dengan dampak berlipat ganda tersebut, peningkatan pada sektor lain juga dapat membantu mendongrak PDB (Produk Domestik Bruto) nasional," tandas dia.

Sekedar informasi, hingga 31 Desember 2020, Bank BTN tercatat telah menyalurkan 90,26% kreditnya ke sektor perumahan atau setara Rp234,78 triliun. Posisi tersebut naik dari porsi penyaluran kredit ke sektor perumahan per 31 Desember 2019 sebesar 89,72% atau senilai Rp229,52 triliun. [hen]

Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Kesibukan Pekerja Saat Setahun Pandemi Covid-19
Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 , 14:08:00