Dapat Tekanan Internasional, Junta Militer Myanmar Minta Polisi Tak Gunakan Amunisi Langsung

Dunia  SELASA, 02 MARET 2021 , 12:34:00 WIB | LAPORAN: STEFY THENU

Dapat Tekanan Internasional, Junta Militer Myanmar Minta Polisi Tak Gunakan Amunisi Langsung
RMOLJateng. Junta militer Myanmar dilaporkan telah meminta pertanggungjawaban petugas keamanan yang menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa hingga korban jiwa berjatuhan.

Militer juga meminta petugas keamanan untuk tidak menggunakan amunisi langsung untuk menghadapi demonstrasi besar-besaran yang bertujuan untuk menolak kudeta.

Pengumuman itu disampaikan dalam siaran yang dikelola militer, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (2/3).

Unjuk rasa pada Sabtu (27/2) dan Minggu (28/2) di Myanmar telah menjadi yang paling mematikan sejak kudeta pada 1 Februari. Lantaran 18 pengunjuk rasa dinyatakan tewas dan lebih dari 30 lainnya terluka.

Militer juga menangkap lebih dari 1.300 pengunjuk rasa yang melakukan aksi di seluruh penjuru negeri.

Dolansir Kantor Berita RMOL, gelombang baru aksi unjuk rasa diperkirakan akan terjadi pada Selasa, di mana warga akan meluapkan kemarahannya setelah pemimpin sipil Aung San Suu Kyi mendapatkan dakwaan tambahan.

Di tengah kekerasan yang terus meningkat, militer Myanmar menghadapi tekanan internasional. Beberapa negara bahkan telah memberlakukan sanksi.

Para menteri luar negeri ASEAN dijadwalkan untuk bertemu secara khusus pada Selasa untuk membahas situasi di Myanmar untuk pertama kalinya sejak kudeta. Itu karena selama ini ASEAN masih memegang prinsip non-intervensi terhadap urusan dalam negeri anggotanya.

Tetapi negara-negara ASEAN sepakat bahwa situasi di Myanmar dapat berpengaruh terhadap kestabilan kawasan. [sth]


Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Kesibukan Pekerja Saat Setahun Pandemi Covid-19
Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 , 14:08:00