Pucang Argo Community Serahkan Bantuan Untuk Korban Angin Puting Beliung Desa Karangsono

Daerah  MINGGU, 28 FEBRUARI 2021 , 10:19:00 WIB | LAPORAN: STEFY THENU

Pucang Argo Community Serahkan Bantuan Untuk Korban Angin Puting Beliung Desa Karangsono
RMOLJateng. Komunitas Minggoes (Minggu Gowes) Pucang Argo Community (PAC) menggelar bakti sosial membantu warga korban angin puting beliung di Desa Karangsono, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Minggu (28/2) pagi. 

Start dari Perumnas Pucanggading, 30 anggota PAC sambil gowes menuju lokasi yang berjarak 8 km.  

Tiba di lokasi, Tim Minggoes PAC disambut Sekretaris Desa Karangsono, Prawono. Kepada Prawono, Koordinator Minggoes PAC Wahyudin menyerahkan bantuan secara simbolis. 

Wahyudin menuturkan, bantuan yang diberikan berupa sembako, yakni 2 karung beras, mi instan, minyak goreng, dan gula pasir. Selain itu, ada pula 20 lembar asbes untuk mengganti atap rumah warga yang rusak. 

"Bantuan ini murni hasil swadaya anggota PAC untuk membantu sesama yang membutuhkan. Semoga dapat bermanfaat bagi warga yang tertimpa musibah," ujar Wahyudin.

Sekdes Karangsono, Prawono menyambut baik bantuan tersebut. "Kami atas nama warga menyampaikan terima kasih atas kepedulian anggota PAC membantu warga kami yang tertimpa musibah. Bantuan ini kami gunakan sebaik-baiknya dan menjadi amal ibadah bapak-ibu sekalian," ujar Prawono. 

Prawono menjelaskan, bencana angin puting beliung yang terjadi pada hari Selasa (23/2) lalu,  mengakibatkan 210 rumah, 18 linggan (tempat membuat dan membakar batu bata), dan 3 toko milik warga rusak.  Perinciannya, 4 rumah rusak berat (dua di antaranya roboh), 197 rumah rusak ringan, 9 rumah rusak sedang, 2 linggan rusak berat, 14 linggan rusak ringan, 2 linggan rusak sedang, 3 toko rusak sedang. 

"Saat ini, berkat bantuan dari Pemda Demak dan berbagai pihak, perbaikan rumah warga mencapai 90 persen. Harusnya hari ini, rampung. Namun, karena ada warga yang meninggal dunia, perbaikan kami tunda dulu," ujarnya. 

Bantuan sembako dari berbagai pihak, kata Prawono, digunakan untuk keperluan konsumsi warga yang mengungsi ke balai desa dan gedung TK. Relawan dan anggota Karang Taruna setempat mengurusi dapur umum di halaman balai desa. 

"Saat ini, banyak warga yang sudah kembali ke rumahnya. Sebagian masih mengungsi, karena menunggu perbaikan rumahnya selesai," tambahnya. [sth]     

Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Kesibukan Pekerja Saat Setahun Pandemi Covid-19
Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 , 14:08:00