Kampung Siaga Candi, Cara Warga Bertahan dan Berswadaya Dalam Masa Pendemi

Daerah  KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 , 19:20:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Kampung Siaga Candi, Cara Warga Bertahan dan Berswadaya Dalam Masa Pendemi
RMOLJateng. Polres Karanganyar menginisiasi program Kampung Siaga Candi Hebat yang direncanakan untuk diterapkan di seluruh wilayah Karanganyar.

Kampung Siaga Candi ini berkonsep swadaya dan gotong royong yang bertujuan untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran Covid-19 sekaligus meningkatkan ketahanan sosio-ekonomi masyarakat.

Kasat Binmas Polres Karanganyar AKP Y. Subandi, sebagai pejabat pengelola Kampung Siaga Candi ini menyebut, lomba bertujuan untuk mengaktifkan dan mengaktifkan dan mengefektifkan kembali karena kampung Siaga Candi sendiri sudah terbentuk sejak adanya Covid-19.

"Tujuannya untuk mengaktifkan dan mengaktifkan dan mengefektifkan kembali kampung Siaga Candi yang sudah terbentuk sejak awal pandemi Covid-19," jelasnya kepada media usai memberikan penilaian, Kamis (25/2) sore.  

Lomba ini diikuti satu perwakilan dari masing-masing Kecamatan. Sehingga ada total 17 desa yang masuk penilaian dalam lomba Kampung Siaga Candi 2021.

Kriteria utama salah satunya adanya sinergitas antara Babinsa, Babinkamtibmas dan juga Bidan Desa untuk pelaksaanaan 3T (testing, tracing, dan treatment). Upaya 3T adalah salah satu upaya utama penanganan Covid-19.
Termasuk menyiapkan rumah karantina  atau isolasi di desa bagi pasien OTG (orang tanpa gejala).

"Jadi inilah tiga pilar ini (Babinsa, Babinkamtibmas, Bidan Desa) penting yang diketuai kepala desa," imbuhnya.  

Sementara itu Kepala Desa Harjosari, Karangpandan Sutarso menambahkan, sudah berkoordinasi dan bersinergi antara pemerintah desa dan pihak Polri untuk Kampung Siaga Candi.

Bahkan di tahun 2020 lalu, Dusun Dimoro Desa Harjosari berhasil meraih juara III di tingkat kabupaten

Kang Tarso, panggilan akrab Kepala Desa Harjosari tegaskan untuk penanganan Covid-19 ini berbasis dari tingkat RT dan RW. Hal ini termasuk kesiapsiagaan, ketahanan pangannya juga sinergi dengan instansi pemerintah.

"Kami sudah siapkan semua termasuk ketahanan pangan hingga pemulasaran jenasah sesuai protokol kesehatan dan menghidupkan dan memaksimalkan Posko Jogo Tonggo," tandasnya.  

Sehingga pada saat pemerintah memberlakukan kebijakan  pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Makro warganya tidak kaget lagi.  

"Itu justru lebih efektif dan efisien dan merupakan cara cepat dan tepat dalam mengantisipasi Covid-19," tutupnya. [hen]

Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Kesibukan Pekerja Saat Setahun Pandemi Covid-19
Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 , 14:08:00