Klub Sepeda Photocycle Bagi Sembako Untuk Korban Banjir Semarang

Lifestyle  SENIN, 15 FEBRUARI 2021 , 11:40:00 WIB | LAPORAN: GHOLIB

Klub Sepeda Photocycle Bagi Sembako Untuk Korban Banjir Semarang
RMOLJateng. Rasa empati para fotografer Kota Semarang yang tergabung dalam Photocycle Community terhadap para korban banjir di Kota Semarang membuahkan kepedulian dengan membantu para korban dengan cara mengirimkan bantuan sembako.

Tak tanggung-tanggung, beberapa karung  beras, satu peti telor dan bahan pangan lainnya diangkut ke daerah banjir dengan 'ngontel' alias naik sepeda, Senin (15/2/2021).

Delapan anggota Photocycle Community telah menyiapkan sembako yang sumbangan dari para anggota. Sebelumnya, anggota telah memotret kondisi para korban banjir di Semarang, dari situlah mereka tergerak untuk meringankan beban para korban.

Ketua Photocycle Community, Bambang RSD yang juga pentolan fotografer Semarang mengatakan, sebelum ke lokasi penyaluran bantuan anggota berkumpul di markas mereka di Pondok Ganesa.

"Semua kita angkut dengan sepeda dan kita naiki hingga ke lokasi di Kecamatan Genuk. Jaraknya sekitar 15 kilometer dari sini, karena kita juga harus melintasi jalan yang mulus. Kami khawatir bila melintas di jalan bergelombang, terus satu peti bisa pecah semua," ungkap Bambang RSD.

Dengan jalan perlahan, tiap sepeda ada yang mengusung beras, kardus mie instan dan menggendong tas ransel besar berisi minyak goreng, kecap dan teh.

"Kami tidak sedang mencari sensasi, tapi ini lah cara kami mengantar bantuan dengan sepeda agar kami juga bisa berolah raga. Pembagian pun juga tidak langsung ke warga yang terdampak banjir namun melalui institusi kewilayahan. Awalnya kami mendatangi Kantor Kelurahan Gebangsari Genuk, namun kondisinya tutup. Akhirnya setelah menyusuri kampung-kampung yang masih terendam, kami menuju Koramil Genuk dan bantuan kami serahkan melalui Koramil agar bisa didistribusikan ke mereka yang membutuhkan," tambah  Nugroho DS, selaku anggota yang bertanggung-jawab memimpin kegiatan bhakti sosial.

Kunjungan penyerahan bantuan korban banjir ke Koramil Genuk pun sempat membuat kaget petugas piket. Sertu Soleh dan Sertu Sundoko yang sedang berjaga tak mengira kedatangan rombongan fotografer yang gila sepeda.
   
"Ada sensasi tersendiri ketika membawa bantuan menuju lokasi bencana. Bukan karena bangga bisa menunjukkan bahwa kita datang membawa bantuan dan menyumbang, karena lebih pada tantangan, tambahnya.

Misalnya lanjut Nugroho, saat melintasi di jalan becek dan licin. Sudah tentu harus jalan pelan menghindari karung beras jatuh.

"Saat nyeberang rel kereta api pun kita harus turun dari sepeda dan mendorongnya pelan-pelan agar telur dalam peti tidak kontraksi dan pecah. Walau kenyataannya ada yang pecah lima butir," ungkapnya.

Sementara Endarto Setyadi yang menunggang sepeda lipat Pro-One juga tak kalah heroik mengangkut minyak goreng 10 liter dengan tas ransel.

"Terpaksa diangkut pakai tas, sebab sepeda mungil tak mungkin untuk angkut beban. Beban saya saja sudah 100 kilogram lebih, terpaksa pakai ransel," ungkap Endarto tertawa.
 
Untuk diketahui, Photocycle Community  bukanlah klub atau komunitas yang lama dibentuk. Usianya sama dengan Pandemi Covid-19.

Saat pandemi bergerak bersama untuk membuat kegiatan olahraga bersepeda. Anggotanya adalah fotografer hobi, komersial juga wartawan foto.

Dari perkumpulan ini sering menggelar acara Charity atau penggalangan dana untuk membantu anggota maupun masyarakat yang tertimpa musibah.

Saat ini anggotanya sudah mencapai 20 orang. Misinya selain bersepeda untuk mencari sehat, juga hunting foto untuk mempromosikan atau mempublikasikan potensi wisata apa saja yang ada di Kota Semarang. [jie]

Komentar Pembaca
Pra Rekontruksi Perampokan di Kawasan Barito Semarang
Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 08:37:00

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 13:48:00