AHY: Ada Gerakan Politik Rancang Kongres Luar Biasa, Tujuannya Ambil Alih Demokrat

Politik  SENIN, 01 FEBRUARI 2021 , 16:51:00 WIB

AHY: Ada Gerakan Politik Rancang Kongres Luar Biasa, Tujuannya Ambil Alih Demokrat
RMOL Jateng. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan adanya gerakan politik yang berupaya mengambil alih secara paksa kepemimpinan Partai Demokrat saat ini. Gerakan tersebut melibatkan pejabat tinggi di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Tudingan serius dilontarkan pria yang akrab disapa AHY itu dalam konferensi pers di Taman Politik Wisma Proklamasi DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/2). 

Ini isu serius yang cepat atau lambat pasti menjadi konsumsi publik dan diketahui oleh masyarakat secara luas. Kami memandang perlu dan penting untuk memberikan penjelasan secara resmi tentang duduk perkara yang sebenarnya,” ujar AHY.

AHY mengatakan, berdasaran kesaksian dan testimoni banyak pihak, pihaknya menemukan indikasi bahwa gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan Presiden Jokowi. Gerakan ini juga dikatakan, sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah (presumption of Innocence) dalam permasalahan ini. Karena itu, tadi pagi saya berkirim surat secara resmi kepada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau,” tambah AHY. 

AHY menyebut, gerakan politik ini bertujuan mengambil alih Partai Demokrat secara inkonstitusional. Ini pembelajaran bagi kita karena hal ini bisa terjadi pada partai politik lainnya,” ujar dia.

Lebih jauh ia menceritakan, sekitar 10 hari lalu, pihaknya menerima laporan dan aduan dari banyak pimpinan dan kader Partai Demokrat, baik pusat, daerah maupun cabang tentang tentang gerakan dan manuver politik oleh segelintir kader, mantan kader serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai yang dilakukan secara sistematis. 

AHY menjelaskan, pelaku gerakan ini ada gabungan dari seorang kader Demokrat aktif, seorang kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, seorang mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan secara tidak hormat dari partai karena menjalani hukuman akibat korupsi dan seorang mantan kader yang telah keluar dari partai tiga tahun yang lalu.

Sedangkan yang non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan, yang sekali lagi, sedang kami mintakan konfirmasi dan klarifikasinya kepada Presiden Joko Widodo,” ujar AHY.

Dikatakan AHY, DPP Demokrat awalnya tidak begitu saja percaya ketika para pelapor menyebut nama tokoh yang berencana untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat itu mengingat posisi yang sedang ia kembangkan saat ini dan faktor latar belakangnya. . 

Tetapi, lebih dari 8 saksi mengatakan telah bertemu langsung dengan pejabat pemerintahan itu dan mendengar secara langsung pula rencana-rencana pengambilalihan paksa itu,” ujar AHY.

AHY menyebut, ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti dengan paksa Ketua Umum Partai Demokrat tersebut dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung.

"Pengambilalihan posisi Ketua Umum Partai Demokrat akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang," kata AHY.

Konsep dan rencana yang dipilih para pelaku, adalah dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa atau KLB. AHY menambahkan,  berdasarkan penuturan saksi dalam berita acara pemeriksaan untuk memenuhi syarat dilaksanakannya KLB, pelaku gerakan menargetkan 360 orang para pemegang suara yang harus diajak dan dipengaruhi dengan imbalan uang dalam jumlah yang besar.  Para pelaku merasa yakin karena mereka mengklaim telah mendapatkan dukungan sejumlah petinggi negara lainnya.

"Kami masih berkeyakinan rasanya tidak mungkin cara yang tidak beradab ini dilakukan oleh para pejabat negara yang sangat kami hormati dan yang juga telah mendapatkan kepercayaan rakyat. Kami berharap semua itu tidak benar tetapi kesaksian dan testimoni para kader partai Demokrat yang dihubungi dan diajak bicara oleh para pelaku gerakan tersebut memang menyebutkan hal-hal demikian."

AHY mengatakan, DPP Demokrat sebenarnya sudah mencium gejala ini sejak 1 bulan yang lalu. Pada awalnya, pihaknya menganggap persoalan ini hanyalah masalah kecil saja. Tapi, laporan internal tentang keterlibatan pihak eksternal dari lingkar kekuasaan yang masuk secara beruntun pada minggu yang lalu membuat Demokrat melakukan penyelidikan secara mendalam. 

Kami berharap semua itu tidak benar. Tetapi, kesaksian dan testimoni para kader Partai Demokrat yang dihubungi dan diajak bicara oleh para pelaku gerakan tersebut, memang menyebutkan hal-hal demikian,” tandas AHY. []


Komentar Pembaca
Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

RABU, 24 FEBRUARI 2021 , 11:35:01

Kapolda Jateng Dan Pangdam Tinjau Posko PPKM Skala Mikro
Banjir Jakarta 2021, Kenapa?

Banjir Jakarta 2021, Kenapa?

SABTU, 20 FEBRUARI 2021 , 19:55:16

Pra Rekontruksi Perampokan di Kawasan Barito Semarang
Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 08:37:00

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 13:48:00