PPKM Tidak Akan Efektif Selama Kesadaran Masyarakat Rendah

Daerah  SABTU, 23 JANUARI 2021 , 15:49:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

PPKM Tidak Akan Efektif Selama Kesadaran Masyarakat Rendah
RMOLJateng. Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Kepala UPT Pusat Pengembangan Publikasi Ilmiah Dosen, Universitas Semarang, Dr. Dyah Nirmala Arum Janie mengatakan, selama kesadaran masyarakat rendah, program PPKM tidak akan berjalan efektif.

"Selama kesadaran masyarakat masih rendah, Covid-19 masih tinggi, kita masih red/ black zone, maka PPKM tidak akan pernah efektif. Variabrl kesadaran masyarakat untuk menghindari kerumunan, menjaga jarak, memakai masker juga perlu digencarkan terus," kata Dyah, Sabtu (23/1).

Dyah mengaku, sepakat terhadap keputusan pemerintah memperpanjang durasi PPKM hingga 8 Februari 2021 mendatang.

Menurutnya, dengan PPKM semua jenis usaha akan terkena dampak, bukan hanya usaha mikro saja.

"Bayangkan saja PKL yang mungkin jam bukanya menjelang Maghrib dan harus tutup jauh lebih awal. Pasti belum bisa untuk nutup modal hari itu saja. Pembatasan jam usaha PKL sudah jelas semakin mempersulit perekonomian pelaku usaha apapun skalanya," tambahnya.

Meski demikian, Dyah meminta pelaku usaha dan masyarakat tidak patah arang. Menurutnya, pelaku usaha  harus lebih berinovasi dalam menjalankan usahanya. Artinya, lanjut dia, inovasi ke arah pengayaan usaha dan jenis  transaksi.

Misalnya, PKL yang menjajakan makanan matang, berinovasi menjual produknya yang bisa dikirim ke rumah konsumen dengan berbagai cara. Contohnya, melalui jasa antar, atau melalui pemesanan di awal.

"Mereka juga perlu berinovasi juga terhadap produk yg dijual. Contohnya memperbanyak variasi produk. Walaupun hal ini tidak mudah, tetapi kenyataan Pandemi ini, menuntut PKL dan pelaku usaha harus lebih kreatif dan inovatif," tandas Dyah.  

Di sisi lain, Dyah meminta pemerintah harus lebih berperan aktif dengan bantuan sosial tunai maupun program jaring pengaman sosial yang harus benar-benar dilaksanakan dan dipantau.

Secara ekonomi mikro, Dyah menilai pendampingan dan bantuan usaha sangat diperlukan. Menurutnya, bantuan bukan hanya modal usaha saja, tetapi juga bantuan pemasaran produk usaha.

Salah satu langkah yang bisa ditempuh, papar Dyah, pemerintah bisa menginstruksikan perusahaan melalui program CSR. Selain itu, menginstruksikan perguruan tinggi/ akademisi bisa memberikan bantuan dana dan/ atau pendampingan sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

"Agar mereka bisa melestarikan usahanya. Di masa pandemi ini banyak masyarakat yg belum siap berusaha untuk lebih kreatif menghadapi PPKM maupun PSBB. Akhirnya mereka abai terhadap imbauan pemerintah, dengan tetap melakukan kegiatan seperti biasa. Ketakutan untuk tidak bisa makan hari ini, melebihi ketakutan terjangkit pandemi Covid-19," tutupnya. [hen]

Komentar Pembaca
Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

RABU, 24 FEBRUARI 2021 , 11:35:01

Kapolda Jateng Dan Pangdam Tinjau Posko PPKM Skala Mikro
Banjir Jakarta 2021, Kenapa?

Banjir Jakarta 2021, Kenapa?

SABTU, 20 FEBRUARI 2021 , 19:55:16

Pra Rekontruksi Perampokan di Kawasan Barito Semarang
Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 08:37:00

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 13:48:00