Dampak PPKM Dirasakan Pengusaha Spa Semarang

Daerah  RABU, 13 JANUARI 2021 , 16:13:00 WIB | LAPORAN: LIA DINA YUNITA

Dampak PPKM Dirasakan Pengusaha Spa Semarang
RMOLJateng. Penerapan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa Bali diterapkan berdampak bisnis perawatan tubuh spa di Kota Semarang.

Ketua Asosiasi SPA Sehat Semarang (Assera), Maria Magdalena Susanti mengatakan, terjadi penurunan jumlah pelanggan yang datang. Bahkan, penurunan sudah terjadi sejak tanggal 9-10 Januari, tepat sebelum PPKM berlaku secara resmi.

Penurunan ini karena mobilitas masyarakat yang dibatasi, sehingga kemungkinan orang untuk keluar atau beraktivitas menjadi berkurang. Lalu, PPKM, dimulai sejak hari Senin (11/1) membuat turun drastis, baik kuliner, pengunjung di cafe dan kondisi ini seperti pada awal Pandemi,” kata Maria, Rabu, (13/1).

Padahal, tambah Maria, pihaknya tetap memberlakukan protokol kesehatan saat melakukan perawatan bagi konsumen, baik dari pelayan hingga terapis spa. Mereka menggunakan sarung tangan dan APD.

"Tapi karena orang takut keluar rumah, sehingga saat ini lebih banyak menunggu, untuk jemput bola juga belum memungkinkan. Mulai hari Senin atau hari pertama kebijakan PPKM berlaku sampai hari ini (Rabu), pelanggan yang datang tinggal 20 persen. Momen Natal dan Tahun Baru, sempat naik dibandingkan awal pandemi, tapi belum normal," ungkapnya. 

Sebagai General Manager House of Susan Spa, Maria juga mengatakan,  jika selama PPKM pihaknya juga menerapkan Work From Home (WFH) mencapai 75%, yakni dengan menerapkan sistem shifting jam dan hari kerja.

"Biasanya waitress lima orang menjadi tiga orang tiap harinya. Yang dua orang libur. Termasuk terapis yang biasanya ada 10 orang tiap harinya dikurangi menjadi 5-6 orang per harinya. Untuk pembatasan jam malam buka operasional hingga pukul 21.00 tidak berefek, karena memang pagi sampai pukul 19.00 WIB efektif pelanggan yang datang," katanya.

Maria juga berharap jika kondisi seperti ini bisa segera selesai karena semua bisnis spa mengeluhkan hal sama penurunan omzet yang drastis.

Semoga pemerintah segera bisa mengatasi pandemi secepatnya, dan bisa new normal,” pungkasnya. [hen]

Komentar Pembaca
Klarifikasi Ambroncius Nababan

Klarifikasi Ambroncius Nababan

SELASA, 26 JANUARI 2021 , 15:15:00

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

JUM'AT, 22 JANUARI 2021 , 15:05:00

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia
Desakan #2021BalikJatidiri

Desakan #2021BalikJatidiri

SENIN, 21 DESEMBER 2020 , 11:00:00

Penanaman Pohon Mangrove Di Hutan Tugu Mangunharjo Semarang
Pra Rekontruksi Perampokan di Kawasan Barito Semarang