Aturan PPKM, Penumpang Angkutan Umum Diturunkan Jika Tidak Lakukan Physical Distancing

Pemerintahan  SENIN, 11 JANUARI 2021 , 14:45:00 WIB | LAPORAN: LIA DINA YUNITA

Aturan PPKM, Penumpang Angkutan Umum Diturunkan Jika Tidak Lakukan Physical Distancing
RMOLJateng. Peraturan Wali Kota (Perwal) No. 1 Tahun 2021, tentang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga mengatur tentang kapasitas angkutan umum hingga pemberlakukan jaga jarak dalam angkutan umum atau physical distancing.

Disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Endro P. Martanto, dalam sebuah angkutan umum selama masa PKM hingga PPKM hanya diperbolehkan mengangkut 50% penumpang dari kapasitas angkutan.

Jika diketahui kapasitas penumpang melebihi 50% maka ada sanksi yang diberikan bagi pengemudi dan penumpang.

"Nantinya kita juga akan penindakan kendaraan umum yang tidak melakukan physical distancing, sanksinya bisa berupa teguran, penurunan penumpang atau menunggu kendaraan berikutnya, maksimalnya 50%,” ungkap Endro, saat ditemui di Balaikota Semarang, Senin (11/1).

Sementara itu, untuk Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang aturan yang digunakan juga masih tetap sama, ditambah lagi penerapan protokol kesehatan saat berada di terminal tunggu hingga masuk kedalam bus, berupa pengecekan suhu tubuh, jaga jarak hingga tetap memakai masker.

"Untuk BRT masih beroperasi sesuai protokol kesehatan yakni hanya 50% dengan prokes ketat, dan saat ini karena belum ada anak-anak sekolah karena masih libur jadi volume penumpang tidak begitu besar, untuk jamnya kita mulai jam 06.00 dan berakhir di jam 19.00, operasional BRT Bandara kalau dulu sampai jam 23.00 sekarang sama di jam 19.00,” bebernya.

Terkait penutupan jalan yang akan berlaku mulai hari ini, endro menegaskan mulai hari ini pukul 21.00-06.00 ada enam ruas jalan yang ditutup, sedangkan tiga ruas jalan lainnya seperti Jalan Tanjung, Jalan Supriyadi dan Jalan Lamper Tengah ditutup selama 24 jam.

Sedangkan untuk mengantisipasi pada jam padat, maka akan ditempatkan petugas di lapangan dari Dishub dan jajaran Satlantas.

"Dalam perkembangan kita selalu menunggu hasil dan arahan dari Satgas covid-19 tingkat kota, lalu kita juga selalu koordinasi dengan Satlantas yakni titik-titik mana saja yang sekiranya mendesak dan mana yang tidak, contoh saja Jalan dr. Wahidin yang dulu ditutup 24 jam tapi sekarang tidak karena yang terjadi dulu jadi banyak contra flow sehingga banyak kecelakaan, jadi ini juga jadi pertimbangan makanya sekarang kita lakukan 9 ruas jalan dulu yang akan kita tutup," pungkasnya. [jie]






Komentar Pembaca
Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

RABU, 24 FEBRUARI 2021 , 11:35:01

Kapolda Jateng Dan Pangdam Tinjau Posko PPKM Skala Mikro
Banjir Jakarta 2021, Kenapa?

Banjir Jakarta 2021, Kenapa?

SABTU, 20 FEBRUARI 2021 , 19:55:16

Pra Rekontruksi Perampokan di Kawasan Barito Semarang
Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 08:37:00

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 13:48:00