Pembangunan Proyek PSEL Butuh Dana 1,7 Triliun

Nusantara  JUM'AT, 08 JANUARI 2021 , 19:34:00 WIB | LAPORAN: LIA DINA YUNITA

Pembangunan Proyek PSEL Butuh Dana 1,7 Triliun
RMOLJateng. Pembangunan proyek Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) oleh Pemerintah Kota Semarang terus digodok, dan masih dalam tahap penyusunan Final Business Case (FBC) atau kajian akhir pra studi kelayakan.

Pembangunan yang akan menjadi Proyek Strategi Nasional (PSN) ini dihitung akan menelan anggaran senilai Rp 1,7 triliun. Nantinya dana yang akan dipakai untuk pengerjaan proyek menggunakan sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan USaha (KPBU).

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu mengatakan, anggaran yang digunakan untuk proyek ini cukup besar, untuk itu Pemkot akan berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengenai pembiayaan pembangunan PSEL.

"Pemkot sudah paparkan ke DPRD Kota Semarang, mereka memberikan dukungan dan siap memberikan support berupa membuat peraturan daerah terhadap realisasi PSEL ini," kata Mbak Ita, sapaan akrabnya, usai melakukan pemaparan dengan DPRD Kota Semarang, Jumat (8/1).

Diakui Mbak Ita, PSEL ini sangat diperlukan untuk mengatasi tumpukan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Jatibarang.

Bahkan setiap harinya, sampah yang masuk di TPA Jatibarang hingga mencapai 900 Ton. Bahkan Wali Kota Semarang menargetkan lelang harus dilakukan dalam triwulan pertama atau paling lambat dalam semester pertama ini.

Dengan PSEL, pengolahan sampah menjadi listrik memiliki kapasitas hingga 1.000 ton per hari. Selain nantinya Semarang bisa bebas dari sampah, juga hasil pengolahan sampah menjadi energi listrik yang memiliki kapasitas sebesar 19 megawatt.

"Nantinya listrik yang dihasilkan akan digunakan PLN dengan perjanjian jual beli listrik. Sebenarnya yang utama adalah Semarang bebas sampah, kalau memang menghasilkan listrik itu bisa dianggap bonus," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe 'Liluk' Winarto menerangkan jika nantinya akan ada tindak lanjut dan pembahasan perda yang dilakukan Komisi C sebagai dasar hukum.

Pada dasarnya, pihaknya memberikan dukungan penuh karena penanganan sampah di Semarang memang mendesak untuk dilakukan.

"Tapi sebelumnya, kami juga perlu  tahu business plan seperti apa, kerja sama dengan PLN bagaimana dan dampak lingkungannya," ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan Mualim, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang yang mengapresiasi inovasi Pemkot dengan PSEL ini. Dari paparan yang dilakukan, PSEL bisa mewujudkan Semarang bebas sampah.

"Ini mampu mengolah 1.000 ton per hari, kalau sampah masuk 900 ton kan bisa bersih dari sampah. Tentu akan kita tindak lanjuti pembahasan bersama Pemerintah Kota Semarang dan Kementrian Keuangan untuk mengetahui untung ruginya terhadap masyarakat," tambahnya.

Jika memang sudah terealisasi, pihaknya juga meminta agar ada jaminan pembeli listrik yang dihasilkan yakni PLN. Apalagi dana yang dikeluarkan cukup besar, dan itupun berasal dari uang rakyat. [jie]





Komentar Pembaca
Pra Rekontruksi Perampokan di Kawasan Barito Semarang
Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 08:37:00

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 13:48:00