Titik Terang Kasus Mahasiswa Unnes Frans Josua

Pendidikan  KAMIS, 31 DESEMBER 2020 , 18:38:00 WIB | LAPORAN: NIKE CAROLINA

Titik Terang Kasus Mahasiswa Unnes Frans Josua
RMOLJateng. Jalan panjang Frans Josua Napitu melawan pembungkaman akademik kampusnya akhirnya menemukan titik terang.

Turunnya surat Dekan FH Unnes menerangkan bahwa status, hak dan kewajiban akademik Frans Josua Napitu kembali dipulihkan.

Maka terhitung sejak surat ini diterbitkan, Frans sudah dapat kembali mengakses hak dan kewajibannya sebagai mahasiswa Unnes.

Ignatius Rhadite dari Tim Advokasi Untuk Keadilan Frans dan Gerakan Melawan Pembungkaman Akademik mengataka surat Dekan FH Unnes Nomor B/9075/U37.1.8/KM/2020 ini masih harus ditujukan pada Rektor Unnes guna mendapatkan jawaban dan surat keputusan baru.

"Perjuangan Belum Selesai, Rektor dan Dekan FH Unnes Harus Terbitkan Surat Keputusan Baru Serta Menjamin Terselenggaranya Kebebasan Akademik di lingkungan Kampus,” kata Ignatius.

Adapun kebebasan akademik Frans Josua baru bisa terealisasi jika Rektor Unnes telah menerbitkan surat keputusan baru sebagai ketetapan hukum yang kuat.

Tidak hanya itu, Dekan FH Unnes juga sedianya mencabut surat atas keputusan Pengembalian Pembinaan Moral Karakter Frans Josua Napitu ke Orang Tua, dan menyertakan hasil temuan serta rekomendasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai dasar pencabutan.

Di sisi lain, atas kekeliruan, kesewenangan dan berbagai tuduhan tidak berdasar yang ditujukan pada Frans Josua, maka Rektor Unnes didesak untuk menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf di hadapan publik.

Seperti diketahui, Frans Josua merupakan mahasiswa Unnes yang pada pertengahan November lalu dipulangkan pada orangtuanya pasca dirinya melaporkan dugaan korupsi Rektor Unnes ke KPK. Selain itu, Frans juga mendapatkan tuduhan terlibat dalam Organiasi Papua Merdeka (OPM).

Berangkat dari kejadian ini, sedianya bisa menjadi momentum untuk menjaga terselenggaranya kebebasan akademik dan ruang demokrasi di lingkungan kampus. Serta menjadikan kampus sebagai ruang aman untuk memproduksi nalar kritis dan wadah berekspresi bagi civitas akademikanya. [jie]





Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Kesibukan Pekerja Saat Setahun Pandemi Covid-19
Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 , 14:08:00