Kontrak Kerja Habis, Pembangunan Kreteg Wesi Sampangan Dilanjutkan DPU

Politik  SENIN, 28 DESEMBER 2020 , 14:47:00 WIB | LAPORAN: LIA DINA YUNITA

Kontrak Kerja Habis, Pembangunan Kreteg Wesi Sampangan Dilanjutkan DPU
RMOLJateng. Pembangunan Kreteg Wesi (Jembatan Besi) Sampangan telah putus kontrak sejak tanggal 23 Desember lalu, karena pihak kontraktor tidak dapat menyelesaikannya hingga masa kontrak habis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Sih Rianung mengatakan, progres jembatan sampangan yang mencapai 91,83 persen. Sebenarnya pihak kontraktor kurang menyelesaikan 8,17 persen lagi.

Nantinya kekurangan tersebut akan segera diambil alih oleh DPU Kota Semarang untuk segera diselesaikan. Rencananya, penyelesaikan akan dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya DPU.

"Kegiatan harus selesai. Maka, kami akan tangani biar fungsi dan manfaat jembatan besi sampangan cepat terwujud. Ini segera kami tangani dengan kegiatan PU sendiri. Kami optimalkan sumber daya yang ada. Beberapa material sudah ada di lapangan," papar Rianung, Senin (28/12).

Penyelesaian pembangunan jembatan besi sampangan kurang oprit dan line jembatan. Sementara, pengaspalan jalan sekitar jembatan sebagian besar sudah dilakukan.

Menurut Rianung, pihaknya membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu untuk menyelesaikan pembangunan jembatan. Pihaknya akan sesegera mungkin melanjutkan pembangunan agar jembatan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Kami nunggu umur beton dulu. Kami segera akan melanjutkan. Alat mereka (kontraktor) masih disana. Nanti, saya minta segera bergeser. Kami ganti dengan alat-alat PU untuk merapikan dam menyelesaikan," jelasnya.

Sementara itu terkait pemutusan kontrak, Rianung menegaskan, ada kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak kontraktor sesuai perjanjian yakni harus membayar denda keterlambatan.

Dia mencatat keterlambatan 23 hari. Nominalnya jika dikalikan dengan nilai konstruksi per mil, total denda keterlambatan sekitar Rp 320 juta.

Keterlambatan ini akan menjadi pembelajaran untuk Pemerintah Kota Semarang untuk memilih kontraktor yang profesional.

"Kami melaksanakan pembangunan. Proses pengadaam kontraktor bukan di kami. Harapan saya, jangan asal rendah. Nilai rendah tapi tidak menyelesaikan, pasti masyarakat rugi. Saya juga merasa kurang puas kalau tidak selesai," pungkasnya. [jie]






Komentar Pembaca
Klarifikasi Ambroncius Nababan

Klarifikasi Ambroncius Nababan

SELASA, 26 JANUARI 2021 , 15:15:00

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

JUM'AT, 22 JANUARI 2021 , 15:05:00

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia
Desakan #2021BalikJatidiri

Desakan #2021BalikJatidiri

SENIN, 21 DESEMBER 2020 , 11:00:00

Pra Rekontruksi Perampokan di Kawasan Barito Semarang
Penanaman Pohon Mangrove Di Hutan Tugu Mangunharjo Semarang