Calon Bupati Etik Suryani Klarifikasi Ke MUI Sukoharjo

Politik  RABU, 02 DESEMBER 2020 , 18:49:00 WIB | LAPORAN: ALMIRA NINDYA

Calon Bupati Etik Suryani Klarifikasi Ke MUI Sukoharjo
RMOLJateng. Calon Bupati Sukoharjo Etik Suryani mendatangi MUI Sukoharjo menyusul beredarnya video kampanye yang diduga menista agama.

Ketua MUI Sukoharjo, Abdullah Faishol mengatakan, Etik Suryani sudah melakukan klarifikasi soal pernyataannya soal kerudung panjang.

"Etik menyampaikan secara tulus dengan mengucap sumpah, tidak ada maksud untuk melecehkan syariat Islam. Tidak secara substantif melanggar," kata Abdullah Faishol ditemui di Kantor Kemenag Sukoharjo.

Menurut Abdullah, istilah yang diucapkan 'kerudung dowo' merujuk istilah budaya Indonesia, dalam hal ini budaya Jawa. Perbedaan istilah ini yang menguatkan bahwa ucapan tersebut tidak melecehkan syariat Islam. Selain itu, Etik Suryani adalah pengguna jilbab dalam keseharian.

"Setiap tanggal 18 Beliau (Etik) mengelola pengajian di rumah dinas dan memberikan hadiah umroh. Sedangkan, setiap tanggal 1 setiap bulan membantu pengajian di rumah dinas," paparnya.

Faishol berharap masyarakat agar tidak terprovokasi melakukan hal hal buruk, kalau mau melaporkan secara hukum dipersilahkan namun MUI dengan tegas menyatakan apa yang disampaikan (soal kerudung panjang) tidak menista agama.

Etik Suryani berhasil temui oleh awak media di halaman Kantor Kementrian Agama Sukoharjo. Diketahui saat itu Etik didampingi Wawan Pribadi, ketua Tim Pemenangan Paslon Nomor 1, menemui MUI untuk klarifikasi.

"Saya sudah klarifikasi pada MUI, nanti yang berwenang menjelaskan beliau (Ketua MUI Sukoharjo)," kata Etik Suryani singkat.

Ditambahkan Wawan Pribadi, apa yang disampaikan Etik saat kampanye tersebut tidak ada niatan apapun apalagi untuk menistakan agama.

"Kami sudah sampaikan klarifikasi pada MUI, kita tunggu fatwa nya MUI Sukoharjo," kata Wawan.

Terpisah, ada 15 elemen ormas Islam yang menyampaikan reaksi marah dan keprihatinannya. Tergabung dalam Aspirasi (aliansi anti penistaan dan diskriminasi) Sukoharjo, menyatakan sikap yang disampaikan pada Rabu (2/12).

"Kami prihatin, kami minta Bu Etik melakukan tobat nasuhah, menyampaikan minta maaf pada umat Islam atas pernyataannya dan proses hukum," kata Dewi Purnamasari, perwakilan muslimat peduli umat Soloraya.

Shabbarin Syakur, jubir Aspirasi membacakan pernyataan sikap dan tuntutan, yakni menolak peninstaan dan diskriminasi yang dilakukan bu Etik ala Ahok, yang pernah terjadi di Jakarta.

Ahok pernah melecehkan ayat al quran sural al maidah ayat 51, namun apa yang dikerjakan ibu Etik telah melecehkan dua ayat dalam al quran, yaitu surat an nur ayat 31, dan al ahzab ayat 59.

Menuntut mengusut tuntas kasus Ahok jilid kedua yang terjadi di Sukoharjo, sehingga tidak menodai martabat kesatuan Republik Indonesia, khususnya di Sukoharjo.

"Kami tegaskan lagi ini tidak ada hubungan dengan pilkada, kami menuntut Etik sebagai warga Muslim," tegas Shabbarin.

Beberapa hari ini media sosial dihebohkan dengan video kampanye cabup nomor 1 Pilkada Sukoharjo, menyampaikan ucapan yang diduga menista agama.

Dalam video kampanye yang berdurasi 30 detik, Cabup Etik Suryani menyampaikan hal "Ora usah kerudung dowo, kerudung dowo gur nggo ngapusi nggo opo, nggih". Orasi tersebut disampaikan saat kampanye di desa Gumpang, Kartasura, pada Sabtu (28/11) kemarin. [hen]



Komentar Pembaca
Penangkapan Tersangka Pengedar Uang Palsu Di Semarang
Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

JUM'AT, 27 NOVEMBER 2020 , 18:31:00

Desakan #2021BalikJatidiri

Desakan #2021BalikJatidiri

SENIN, 21 DESEMBER 2020 , 11:00:00