Kesadaran Masyarakat Menurun, Penyebab Bertambahnya Kasus Covid-19 Di Kota Semarang

Kesehatan  SENIN, 30 NOVEMBER 2020 , 18:08:00 WIB | LAPORAN: LIA DINA YUNITA

Kesadaran Masyarakat Menurun, Penyebab Bertambahnya Kasus Covid-19 Di Kota Semarang
RMOLJateng. Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir melonjak lagi. Jumlahnya bahkan mencapai 700 pasien dalam satu minggu. Hal ini membuat ruang isolasi di Rumah Dinas Wali Kota dan beberapa Rumah Sakit di Kota Semarang hampir penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mengatakan melonjaknya angka kasus positif ini karena masyarakat sudah mulai bosan dan mengabaikan protokol kesehatan.

"Kita tahu vaksin belum ada, upaya yang harus dilakukan adalah menegakkan protokol kesehatan dengan ketat," jelasnya saat ditemui di Balaikota Semarang, Senin (30/11).

Tingginya angka terkonfirmasi positif ini, membuat kapasitas ruang isolasi di rumah dinas hampir penuh, yakni hampir 95% sudah terisi.

Sedangkan kondisi rumah sakit rujukan di Semarang pun hampir sama. Bahkan Hakam menambahkan, agar Rumah sakit menambah kapasitas kamar tidur isolasi reguler dan ruang ICU.

"Balai Diklat saat ini kita pakai lagi, okupansi di rumah dinas mencapai 95 persen dan ini fast moving. Di Semarang ada 18 RS Rujukan, dengan jumlah 700 tempat tidur, ini akan ditambah termasuk ruang ICU nya," katanya.

Dalam sehari, lanjut dia, ada sekitar 70 pasien sembuh dan keluar dari Rumdin Walikota, namun jumlah pasien yang masuk pun kurang lebih hampir sama sekitar 80 per harinya. Tingginya angka kesembuhan, dipengaruhi dengan treatment yang diberikan oleh DKK.

"Ada sesi curhat pagi, sore, mereka kami ajak senam, diberikan motivasi, sehingga tingkat kesembuhan di rumah dinas ini sangat tinggi," tambahnya

Tingginya angka kasus covid-19 di Kota Semarang, lanjut dia, lantaran pasien yang dalam status suspect juga dirawat. Selain itu banyak juga pasien dari kota lainnya yang dirujuk ke Semarang, misalnya dari Kabupaten Semarang, Demak, Pati, Solo Raya, Kudus dan Rembang.

"Kalau hanya untuk warga Semarang jumlah bed yang ada di Semarang ini sebenarnya sudah cukup. Namun karena di Semarang, ada RS tipe B dan tipe A sebagai rujukan, jadi angkanya semakin membengkak," pungkasnya. [jie]






Komentar Pembaca
Saat-saat HRS Dipindahkan

Saat-saat HRS Dipindahkan

KAMIS, 14 JANUARI 2021 , 21:15:00

Ribka Tjiptaning: Tolak Vaksin Covid 19

Ribka Tjiptaning: Tolak Vaksin Covid 19

SELASA, 12 JANUARI 2021 , 20:50:00

Mbak You: 2021 Ada Upaya Ganti Presiden

Mbak You: 2021 Ada Upaya Ganti Presiden

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 23:45:00

Penangkapan Tersangka Pengedar Uang Palsu Di Semarang
Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

JUM'AT, 27 NOVEMBER 2020 , 18:31:00

Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Wanita Di Semarang

Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Wanita Di Semarang

JUM'AT, 20 NOVEMBER 2020 , 13:44:00