Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu Di Mesin ATM, Empat Pelaku Diringkus

Hukrim  JUM'AT, 27 NOVEMBER 2020 , 22:12:00 WIB | LAPORAN: ADITYA ILYAS SAPUTRA

Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu Di Mesin ATM, Empat Pelaku Diringkus
RMOLJateng. Empat pelaku pemalsuan uang berhasil diringkus Tim Resmob Polrestabes Semarang. Mereka ditangkap saat akan mengedarkan uang palsu dengan total 800 juta di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Pelaku yakni Suripto warga Wonosobo, Yasir warga Banyuwangi,  Sodikin warga Batang dan Yapto warga Semarang, ditangkap di tempat yang berbeda.

Modus yang digunakan para pelaku yakni melakukan penyetoran uang palsu melalui mesin ATM.

Tim Resmob Polrestabes Semarang yang dipimpin langsung Iptu Reza Arif Hadafi langsung melakukan penyelidikan hingga kemudian berhasil membekuk tersangka Suripto dan Yasir di depan Pasar Mranggen Kabupaten Demak, pada Senin (23/11) lalu.

Setelah dilakukan pengembangan Suripto mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari seseorang bernama Sodikin, sementara Sodikin mengaku mendapat uang palsu dari Yapto, warga Semarang, dengan harga 2,7 juta rupiah untuk setiap 10 juta uang palsu.

Yapto berhasil ditangkap di Semarang berikut sejumlah barang bukti berupa uang palsu senilai 800 juta, alat cetak printer, komputer, kertas dan pewarna.

Awalnya ada laporan bank kepada kami. Ada banyak lembar uang palsu masuk ke beberapa mesin ATM milik beberapa bank. Dari sini kemudian Tim Resmob melakukan pendalaman penyelidikan dan berhasil membekuk para pelakunya di tempat yang berbeda”, ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Auliansyah Lubis saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Jumat (27/11) sore.

Aulia mengatakan pelaku Yapto diketahui masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus uang palsu oleh Bareskrim Mabes Polri.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana menjelaskan bila modus operandi pembuatan uang palsu yang dilakukan Yapto dan rekan-rekannya cukuplah unik, dimana setiap satu lembar uang palsu terdapat lapisan uang asli. Uang asli yang sudah dipisah menjadi dua bagian ditempelkan ke dalam uang palsu dan di setorkan melalui mesin ATM.

Untuk bisa tembus masuk ATM, tersangka sudah tahu teknisnya dimana sisi yang asli ditempatkan menghadap badan nasabah. Usai setor, tersangka pindah ke ATM lain untuk transaksi tarik. Pelaku sudah hampir  3 tahun beraksi,” jelas Indra.

Keempat pelaku terancam pasal 244 dan 245 KUHP dan atau pasal 36 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.[dit]

Komentar Pembaca
Saat-saat HRS Dipindahkan

Saat-saat HRS Dipindahkan

KAMIS, 14 JANUARI 2021 , 21:15:00

Ribka Tjiptaning: Tolak Vaksin Covid 19

Ribka Tjiptaning: Tolak Vaksin Covid 19

SELASA, 12 JANUARI 2021 , 20:50:00

Mbak You: 2021 Ada Upaya Ganti Presiden

Mbak You: 2021 Ada Upaya Ganti Presiden

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 23:45:00

Penangkapan Tersangka Pengedar Uang Palsu Di Semarang
Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

JUM'AT, 27 NOVEMBER 2020 , 18:31:00

Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Wanita Di Semarang

Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Wanita Di Semarang

JUM'AT, 20 NOVEMBER 2020 , 13:44:00