Spa Jadi Obat Rileks Saat Pandemi Asal Terapkan Prokes

Lifestyle  JUM'AT, 27 NOVEMBER 2020 , 18:36:00 WIB | LAPORAN: LIA DINA YUNITA

Spa Jadi Obat Rileks Saat Pandemi Asal Terapkan Prokes
RMOLJateng. Pandemi yang belum juga berakhir, terus menyisakan ketakutan dan kecemasan bagi banyak orang untuk keluar rumah dan menggunakan fasilitas publik.

Spa dan relaksasi jadi salah satu fasilitas publik yang masih jarang digunakan orang, karena adanya ketakutan penularan Virus Corona.

Namun sejak bulan Agustus, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang memberikan ijin kepada pengusaha spa di Kota Semarang untuk bisa membuka lagi usahanya dengan pengajuan ijin operasional kembali. Namun dengan syarat harus memenuhi protokol kesehatan yang diberikan khusus untuk rumah spa.

Penasehat Asosiasi Spa Sehat Semarang (ASSERA), Dewi Rinawati mengatakan, setiap tempat spa yang membuka kembali usaha spa saat pandemi sebaiknya sudah memiliki sertifikasi CHSE dan menerapkan protokol kesehatan.

"Yang harus diperhatikan yaitu dari pemilik spa nya itu bagaimana dia menyediakan fasilitasnya dari CHSE dan mau mengerti dan mengamalkan pada para pegawai-pegawainya apa bahayanya pada masa pandemi ini kalau tidak ada prokes," jelas Dewi usai menjadi Narasumber pada Acara Bimtek CHSE di Hotel Horison Nindya, Jumat (27/11).

Dewi yang juga seorang dokter umum menjelaskan bahwa spa bisa menjadi salah satu solusi menenangkan pikiran ditengah pandemi. Tapi perlu diingat, penikmat spa juga harus pintar memilih tempat spa yang benar-benar peduli akan adanya bahaya covid.

"Spa dari sisi kesehatan itu lebih ke mind, pikiran dan relaksasi, jadi membantu penyembuhan jadi kalau kita sedang galau, patah hati, spa bisa jadi obatnya," tuturnya.

Dari segi medis, menurutnya, spa tidak boleh dilakukan lebih dari dua jam untuk satu pasien dengan satu therapis, agar tidak terlalu lama terjadi kontak fisik dengan satu orang di dalam ruangan.

Sesuai prokes untuk tempat spa, therapis harus menggunakan APD level dua, yakni menggunakan sarung tangan, memakai masker, face shield, baju APD saat melakukan therapi.

"Spa menggunakan sarung tangan asalkan sarung tangannya bagus tidak sobek, bisa juga tidak pakai sarung tangan tapi konsekuensinya setiap 30 menit gunakan hand sanitizer untuk membantu penularan virus," pungkasnya. [jie]






Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Kesibukan Pekerja Saat Setahun Pandemi Covid-19
Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 , 14:08:00