Bupati Sukoharjo Akan Stop Studi Banding

Pemerintahan  SELASA, 24 NOVEMBER 2020 , 17:12:00 WIB | LAPORAN: ALMIRA NINDYA

Bupati Sukoharjo Akan Stop Studi Banding
RMOLJateng. Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya tegas menghentikan sementara semua kegiatan studi banding yang dilakukan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemkab Sukoharjo, pasca temuan ada 20 orang dari 32 peserta studi banding UKM dan Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Sukoharjo terkonfirmasi positif Covid-19.

"Nanti saya umumkan studi banding dihentikan total," tegas Bupati Wardoyo Wijaya, menyikapi soal informasi kluster studi banding Disdagkop UKM, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (24/11).

Diakui Wardoyo, yang juga ketua satgas Covid19 Sukoharjo, ia belum mendapatkan laporan soal kluster studi banding tersebut, namun ia akan menyampaikan pada Sekda soal penghentian total kegiatan studi banding baik keluar maupun kedalam atau menerima kunjungan.

Diketahui sebelumnya, ada kluster baru sebaran Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo, yakni temuan 20 orang  terinfeksi virus Corona usai studi banding ke Kabupaten Jepara.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sukoharjo dr. Yunia Wahdiyati mengatakan, setidaknya ada 20 orang klaster studi banding yang terkonfirmasi positif Covid-19. 20 orang ini diantaranya pengusaha UKM dan ASN Disdagkop UKM dan hasil tracking.

"Hasil tracking sementara ada 20 terkonfirmasi positif," kata Yunia Selasa (24/11).

Diketahui, dalam rombongan tersebut, terdapat 32 orang yang ikut melakukan perjalanan studi banding ke Jepara pada akhir Oktober lalu. Kemudian, sepulang dari Jepara, salah satu peserta mulai merasakan demam dan setelah melakukan swab tes dengan hasil menunjukkan positif Covid-19.

Yuni menyebut, setidaknya muncul 16 klaster penularan baru periode 16-22 November dengan jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 108 orang.

Diantaranya, riwayat studi banding ke Jepara 20 orang, Kluster SMA 1 Polokarto 11 orang, Keluarga PPA Gereja 9 orang, Nakes RS swasta di Sukoharjo 8 orang.

Selain itu, ada 2 klaster yang masih terjadi penularan yakni klaster rumah sakit di Kabupaten Sukoharjo bertambah 7 orang sehingga total kasus menjadi 26 orang, Klaster Keluarga dan Perangkat Desa Langenharjo bertambah 4 orang sehingga total menjadi 5 orang. [jie]



Komentar Pembaca
RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia
BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan
Saat-saat HRS Dipindahkan

Saat-saat HRS Dipindahkan

KAMIS, 14 JANUARI 2021 , 21:15:00

Penangkapan Tersangka Pengedar Uang Palsu Di Semarang
Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

JUM'AT, 27 NOVEMBER 2020 , 18:31:00

Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Wanita Di Semarang

Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Wanita Di Semarang

JUM'AT, 20 NOVEMBER 2020 , 13:44:00