Pencuri Relik Gereja Berisi Darah Paus Yohanes Paulus II Berhasil Diidentifikasi

Dunia  SABTU, 14 NOVEMBER 2020 , 23:38:00 WIB | LAPORAN: HENDRATI HAPSARI

Pencuri Relik Gereja Berisi Darah Paus Yohanes Paulus II Berhasil Diidentifikasi
RMOLJateng. Pihak kepolisian Italia di Spoleto mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi tersangka yang diduga mencuri relik gereja yang berisi darah mendiang Paus Yohanes Paulus II pada Jumat (13/11).

Relik emas dan kristal itu dicuri dari altar yang didedikasikan untuk mendiang Paus di Spoleto, pada bulan September, dikutip dari Kantor Berita RMOL.

Spoleto adalah sebuah kota kuno di Provinsi Perugia timur pusat Umbria di atas kaki bukit Pegunungan Apennini, Italia.

Pelaku,pria berusia 49 tahun, merupakan penduduk Tuscany. Polisi berhasil mengidentifikasi berkat rekaman CCTV di katedral dan daerah sekitarnya.

Dia diduga terkait dengan pencurian aset gerejawi lainnya di masa lalu.

Botol yang berisi tetesan darah paus, belum ditemukan. Polisi yakin benda itu mungkin akan dijual di pasar parallel dan jatuh di tangan para kolektor, karena peninggalan semacam itu sangat bernilai religius.

Yohanes Paulus II meninggal pada tahun 2005 setelah memimpin gereja Katolik selama 27 tahun. Ia menjadi salah satu paus paling popular. Yohanes Paulus II menjadi orang suci pada tahun 2014.

Darahnya diambil sesaat sebelum kematiannya dan digunakan sebagai relik resmi untuk penghormatan selama beatifikasinya pada tahun 2011. Relik semacam itu cenderung berupa bagian tubuh orang suci atau pakaian mereka.

Botol itu sementara disimpan di katedral Spoleto sebelum akhirnya dipindahkan ke gereja baru di Umbria yang dinamai menurut nama paus.

"Kembalikan relik itu ke katedral dan umat beriman," kata Uskup Agung Spoleto, Renato Boccardo, yang merupakan asisten dekat Yohanes Paulus II, setelah peristiwa pencurian itu, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (14/11).

Ini bukan pertama kalinya salah satu relik mendiang Paus dicuri. Pada 2014, berbulan-bulan sebelum kanonisasinya, sebuah bingkai logam yang berisi sepotong kain bernoda darah dari jubah yang dia kenakan ketika dia ditembak dalam upaya pembunuhan di Lapangan Santo Petrus pada tahun 1981 dicuri dari sebuah gereja di sebuah kota kecil di Abruzzo.

Pencurian itu memicu pencarian besar-besaran, yang melibatkan anjing pelacak. Kain itu akhirnya ditemukan di antara sampah di garasi salah satu pencuri, yang membuangnya tanpa menyadari nilainya. [hen]

Komentar Pembaca
Pra Rekontruksi Perampokan di Kawasan Barito Semarang
Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 08:37:00

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 13:48:00