Protokol Kesehatan Di Lokasi Pengungsian Diutamakan Agar Tidak Menimbulkan Klaster Baru

Daerah  SABTU, 14 NOVEMBER 2020 , 14:10:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Protokol Kesehatan Di Lokasi Pengungsian Diutamakan Agar Tidak Menimbulkan Klaster Baru
RMOLJateng. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya melakukan pemantauan dan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang wilayahnya berpotensi terdampak erupsi Gunung Merapi.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan sebut saat ini ada dua ancaman yang harus diantisipasi.

Pertama adalah erupsi merapi dan kedua adalah masalah pandemi Covid-19.

Menurut Lilik saat ini bahaya Covid-19 masih belum hilang. Disiplin pribadi untuk melakukan protokol kesehatan (prokes) menjadi kunci utama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Sementara terkait dengan erupsi kita sudah dapat informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengenai kondisi Merapi," papar Lilik, Sabtu (14/11).

Sejauh ini, kesiapsiagaan terkait dengan status siaga Merapi sudah dijalankan dengan baik. Dari kondisi tersebut, beberapa daerah yg ada di KRB III termasuk Balerante membuat satu inisiatif (SOP) untuk  mengevakuasi  kelompok rentan yakni manula, anak-anak, ibu hamil, orang yang sakit dan disabilitas.

"Saya memastikan (terkait pandemi Covid-19) semua prosedur potokol kesehatan harus diberlakukan di lokasi pengungsian," ungkap Lilik.

Semua protokol kesehatan juga sudah  dijalankan di lokasi pengungsian seperti masuk harus cuci tangan, semua dibatasi.

Semua yang masuk dan akan berinteraksi dengan para pengungsi harus menerapkan protokol kesehatan dan tetap menggunakan masker.  

"Lebih baik lagi mereka yang berkunjung juga sudah melakukan tes swab sebelum ke lokasi pengungsian," imbuhnya.

Lilik juga berpesan jika ada yang akan berkunjung dan memberikan bantuan diharapkan tidak langsung bertemu dengan pengungsi, bisa melalui petugas jaga.

"Bantuan juga harus disemprot desindektan dulu, baru disampaikan pada pengungsi," lanjutnya.

Ada mekanismenya yang harus dilaksanakan terkait  prosedur kesehatan, dan harus dilakukan baik itu pengungsinya maupun mereka yang ngurus pengungsinya.

"Kami minta pada semua, termasuk pejabat  mohon jika belum swab jangan langsung wawancara dengan pengungsi. Protokol kesehatan harus kita pakai. Karena  kelompok rentan lebih berdampak untuk tertular  Covid-19. Jangan sampai ada klester baru di pengungsian," pungkasnya. [hen]

Komentar Pembaca
Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

Nanam Padi Tidak Harus Di Sawah

SENIN, 22 MARET 2021 , 09:47:00

Kesibukan Pekerja Saat Setahun Pandemi Covid-19
Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

Ucapan Selamat Dengan Karangan Bunga

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 , 14:08:00