Mbak Rerie : Perlu Gerakan Bersama Untuk Mewujudkan Peningkatan Peran Perempuan Di Parlemen

Nusantara  KAMIS, 29 OKTOBER 2020 , 14:13:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Mbak Rerie : Perlu Gerakan Bersama Untuk Mewujudkan Peningkatan Peran Perempuan Di Parlemen
RMOLJateng. Perlu sebuah gerakan yang didukung semua pihak dalam proses penguatan kebijakan afirmatif 30% keterwakilan perempuan di parlemen.

"Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat luas terkait peran perempuan di berbagai bidang, termasuk di parlemen, perlu sebuah gerakan yang bisa mendobrak budaya patriaki yang menjadi pemahaman umum masyarakat saat ini,"  kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10/2020).

Karena, menurut Mbak Rerie, panggilan akrab Lestari, seringkali terjadi kapasitas perempuan sudah memadai, tetapi karena lingkungannya tidak mendukung, perempuan yang bersangkutan juga enggan berpartisipasi.

Lestari yang akrab disapa Rerie itu menegaskan perlu dukungan semua pihak dalam mendorong peningkatan peran perempuan di berbagai bidang, termasuk di parlemen.

Partai politik dan Pemerintah, tegas Rerie, harus berkomitmen untuk mendorong peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen lewat revisi sejumlah kebijakan dan upaya pendidikan politik terhadap masyarakat secara luas.

Tujuan pendidikan politik itu, jelas Rerie,
untuk memberi pemahaman kepada masyarakat pentingnya peningkatan keterwakilan perempuan di berbagai bidang, termasuk peningkatan keterwakilan keanggotaan perempuan di parlemen.

Menurut Rerie, yang juga anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, kebijakan 30% keterwakilan perempuan di parlemen mendesak untuk diwujudkan perempuan nyata mendapat kursi 30% di parlemen.
 
Dalam sebuah politik gagasan, jelas Rerie, keragaman perspektif dalam pembentukan sebuah kebijakan, termasuk perspektif perempuan, sangat mempengaruhi kualitas kebijakan yang dihasilkan.

Rerie mengatakan, meski saat ini sudah ada kebijakan afirmasi dalam bentuk persyaratan pencalonan keanggotaan legislatif yang ditetapkan yaitu 30% calon legislatif yang diajukan partai politik harus diisi perempuan, kebijakan afirmasi itu masih perlu sejumlah langkah penguatan.

Dari sisi kapasitas perempuan, misalnya, jelas Rerie, masih perlu peningkatan pengetahuan dalam bidang politik. Dengan kapasitas pengetahuan politik yang memadai, tambahnya, kehadiran calon legislatif perempuan tidak sekadar untuk pemenuhan persyaratan semata.

Rerie mengharapkan dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah, dalam peningkatan kapasitas perempuan di bidang pengetahuan politik.

"Pemerintah mungkin bisa menjadikan jumlah perempuan dalam satu fraksi di parlemen sebagai salah satu persyaratan yang menentukan besaran alokasi dana untuk partai politik," usul Rerie.

Tentu saja, tegas Rerie, yang tidak kalah penting dalam penerapan pendidikan politik perempuan adalah dukungan dan keberpihakan partai politik itu sendiri.

Menurut Rerie, dengan peluang adanya tambahan alokasi dana dan keberpihakan partai politik dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan politik perempuan, upaya pemenuhan 30%  keterwakilan perempuan di parlemen akan semakin terbuka. [jie]

Komentar Pembaca
Anies Baswedan Positif Covid-19

Anies Baswedan Positif Covid-19

SELASA, 01 DESEMBER 2020 , 11:51:49

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang
PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 , 10:58:48

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Penangkapan Tersangka Pengedar Uang Palsu Di Semarang