Pelaku Penganiayaan Diberi Tahanan Kota, PN Demak Diprotes Keluarga Korban

Hukrim  RABU, 28 OKTOBER 2020 , 14:51:00 WIB | LAPORAN: ARIS WIBOWO

Pelaku Penganiayaan Diberi Tahanan Kota, PN Demak Diprotes Keluarga Korban
RMOLJateng. Belasan anggota keluarga korban penganiayaan dan pengrusakan di Desa Tedunan Kecamatan Wedung, Demak menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri Demak, Rabu (28/10).

Mereka memprotes Pengadilan Negeri Demak yang menetapkan status penahanan empat tersangka yaitu, Sutriman, Ahmad Sali, Shobirin dan Sholehan menjadi tahanan kota.

Pihak korban menuntut agar para terdakwa yang terlibat dalam kasus tersebut ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Demak.

Mereka sudah berbuat sewenang-wenang. Orang salah wajib dipenjara,” teriak Mahmudah, salah satu keluarga korban.

Keluarga korban merasa keadilan tidak berpihak pada mereka, karena kasus penganiayaan dan pengerusakan yang terjadi sejak 26 April 2018 lalu, baru disidangkan pada bulan ini.

Sebelumnya kasus penganiyaan itu sudah disidangkan hingga pengadilan tinggi memvonis empat tersangka dihukum penjara selama empat bulan, namun terdakwa minta pengajuan banding.

Kasus pemukulan dan pengerusakan bermula dari sengketa lahan tambak garam di Desa Tedunan Kecamatan Wedung, Demak, terdakwa mengklaim tambak tersebut menjadi kuasanya.

Namun begitu, korban menolak untuk bekerja sama sehingga terdakwa memukul korban. Selain menganiaya, terdakwa juga merusak gulungan membran sepanjang 15 meter dan merusak kincir angin, hingga korban mengalami kerugian lebih dari Rp14 juta.

Sudah beberapa tahun kasusnya kok mengambang. Dianiaya seperti ini semuanya pasti minta keadilan. Tegakan hukum, tersangka harus ditahan dan dihukum seberat beratnya,” ucap Mahmudah.

Yusuf Istanto pengacara korban memprotes keputusan Pengadilan Negeri Demak yang menetapkan status terdakwa sebagai tahanan kota. Seharusnya dalam menyidangkan kasus penganiayaan dan pengerusakan, Pengadilan Negeri Demak menempatkan status empat terdakwa, sebagai tahanan di rumah tahanan.

Keputusan ini telah melukai rasa keadilan bagi korban. Terkait dengan penahanan kota, kami mengindikasi ada sesuatu dibelakangnya dan tidak murni alasan kesehatan, apalagi para terdakwa juga sehat sehat saja,” kata Yusuf. [hen]

Komentar Pembaca
Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Suasana Pusat Oleh-Oleh Khas Semarang Saat Libur Panjang