Penyidikan Kasus Pembunuhan Sadis di Sukoharjo Ungkap Berbagai Fakta

Hukrim  SELASA, 27 OKTOBER 2020 , 19:15:00 WIB | LAPORAN: ALMIRA NINDYA

Penyidikan Kasus Pembunuhan Sadis di Sukoharjo Ungkap Berbagai Fakta
RMOLJateng. Berbagai fakta terungkap dalam proses penyidikan lanjutan kasus pembunuhan sadis terhadap Yulia, wanita yang ditemukan tewas dalam sebuah mobil yang dibakar di Sukoharjo

Tersangka Eko, bapak dua anak yang masih balita ini merupakan residivis kasus jambret di Jakarta.

"Infonya dulu pernah dihukum di Jakarta, pulang ke sini (Sukoharjo) baru tiga tahun lalu," kata Suharno, Pj Kades Puhgogor, yang rumahnya selisih satu rumah dari rumah pelaku.

Eko belum ada setahun usaha ternak ayam. Ia punya tujuh los kandang beberapa los disewakan. Sebelumnya ia pernah usaha ternak lele tapi gagal.

Eko memiliki banyak hutang, selain pada korban Yulia sebesar Rp145 juta. Selain itu, juga ada utang pada orang lain mencapai ratusan juta. Diketahui usai merampas uang korban, hari itu juga ia menitip pada Pj Kades untuk membayarkan hutang pada seseorang.

Eko dengan sadis membunuh Yulia dengan linggis. Bahkan setelah korban diikat dengan lakban dan ditaruh di bagasi mobil, saat melihat korban bergerak gerak, Eko masih menusukkan linggis ke muka dan mata korban sampai korban diam.

Eko membersihkan lokasi pembunuhan dari bercak darah dan menyimpan linggis, dompet dan kartu-kartu korban di kandang.

Malam sebelum dibakar, Eko mencari lokasi yang aman untuk menaruh mobil untuk dibakar. Berputar-putar naik mobil korban sampai ke pelosok desa Mulur, Desa Begajah hingga berhenti di Desa Sugihan.

Saat membakar mobil dengan Pertalite yang disiapkannya, kaki pelaku terkena Sambaran api. Hingga ia mengalami luka bakar yang parah.

Usai membunuh dan membakar mobil, Eko berlari menjauh dari lokasi mobil terbakar sambil memadamkan api yang membakar kakinya. Lalu ia minta dijemput oleh karyawan ternaknya.

Eko pulang ke rumah dan menutupi luka bakar dari istrinya. Istrinya sempat curiga Eko selalu memakai celana training dan sempat mencium bau daging gosong tapi diacuhkan Eko.

Esok harinya Eko sempat bercengkrama dengan anaknya, bahkan sempat memperbaiki WiFi, karena memang profesinya adalah teknisi WiFi.

Eko ditangkap pada Kamis (22/10) pukul 02.30 WIB. Sampai akhirnya muncul pemberitaan sejumlah media, Istri dan keluarga Eko tidak tahu menahu bahwa Eko adalah pelaku pembunuhan atas Yulia.

"Keluarga kenal dengan Yulia, pernah mampir sini tapi tidak tahu kenapa Eko ditangkap polisi," ungkap Kamino, ayah mertua Eko pada wartawan.

Yang makin memberatkan hukuman, semua tindakan sadis Eko, dilakukan secara sadar, tanpa kegalauan atau sedang dalam pengaruh miras atau obat obatan.

"Dari hasil tes kejiwaan, Eko sehat lahir batin. Semua tindakan nya dilakukan secara sadar," tandas Kasar Reskrim Polres Sukoharjo AKP Muhammad Alfan, usai mengantar Eko tes di RSUD Sukoharjo, Selasa. [hen]



Komentar Pembaca
Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Suasana Pusat Oleh-Oleh Khas Semarang Saat Libur Panjang