Majelis Adat Keraton Nusantara (MAKN) Bersinergi Dengan Pemerintah Terkait Ketahanan Pangan

Nusantara  SENIN, 26 OKTOBER 2020 , 10:40:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Majelis Adat Keraton Nusantara (MAKN) Bersinergi Dengan Pemerintah Terkait Ketahanan Pangan
RMOLJateng. Gelar Rapat Terbatas,  Majelis Adat Keraton Nusantara (MAKN) di Paragon Hotel Solo, siap bersinergi dengan perintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam rapat terbatas MAKN yang kali ini mengambil tema Dengan jiwa dan semangat Pahlawan Bangsa kita sukseskan Ketahanan Pangan dan Ketahanan Budaya sebagai Benteng NKRI, diikuti perwakilan keraton Nusantara.

Hal tersebut berkaitan dengan  adanya program Ketahanan Pangan yang disampaikan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan bertujuan untuk  menjaga ketersediaan pangan agar masyarakat luas dengan mudah dapat mengaksesnya.

Ketua Harian MAKN KPH Eddy Wirabumi saat memberikan keterangan pers usai rapat terbatas MAKN di Solo, sampaikan pihaknya siap bersinergi  untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, melalui mengembangkan tanaman unggulan selain padi.

"Kami memberdayakan anggota MAKN mengembangkan tanaman unggulan selain padi di wilayah adat masing-masing. Seperti dilakukan Keraton Sumenep yang mengembangkan jagung," papar Wirabumi, Minggu (25/10) malam.

Nantinya MAKN akan mengembangkannya di masing-masing di kerajaaan di seluruh Nusantara dengan tanaman unggulan selain hasil dari padi, seperti di Sumenep adalah jagung untuk lebih lagi dikembangkan tanaman panganan dari jagung. Di Jawa Tengah juga  ada tales, gembili maupun pala pendem lainnya.

"Saat ini dengan melibatkan anggota MAKN,  sedang menyiapkan lahan seluas 142.000 hektare yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia seperti Bima, Dompu dan sekitarnya," imbuhnya. 

MAKN sendiri, memiliki beberapa program yang bisa di sinergikan untuk  mendukung program Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah RI.

Diantaranya melakukan pemberdayaan kepada para petani padi di NKRI, pelatihan cara pembuatan pupuk hayati dengan bahan yang ada di sekitar petani. Kemudian penyuluhan cara menyuburkan tanah, dosis dan waktu pemupukan.

"Termasuk mengembangkan di masing-masing kerajaaan akan tanaman unggulan selain padi, seperti di Sumenep adalah jagung sehingga jagung lebih lagi dikembangkan tanaman panganan," lanjutnya.

Tak heran jika MAKN bisa menjadi mitra bagi pemerintah dan bisa dapat mendukung kinerja Kementerian Pertanian dalam penyediaan komoditas pangan non beras lainnya.

"Kami (MAKN) merupakan mitra yang sangat strategis dari pemerintah karena kami ada sebelum lahirnya NKRI, pungkas Wirabhumi," pungkasnya. [jie]





Komentar Pembaca
Anies Baswedan Positif Covid-19

Anies Baswedan Positif Covid-19

SELASA, 01 DESEMBER 2020 , 11:51:49

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang
PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 , 10:58:48

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Penangkapan Tersangka Pengedar Uang Palsu Di Semarang