Kota Semarang Resmi Punya Jalur Khusus Sepeda

Nusantara  JUM'AT, 23 OKTOBER 2020 , 17:18:00 WIB | LAPORAN: LIA DINA YUNITA

Kota Semarang Resmi Punya Jalur Khusus Sepeda
RMOLJateng. Pesepeda di kota Semarang bisa merasa lega, karena hari ini sudah di resmikan jalur khusus sepeda oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang dan Polrestabes Semarang.

Jalur sepeda akan diawali dari titik nol kilometer Kota Semarang yakni di Kota Lama, Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, lingkar Simpang Lima hingga jalan Gajah Mada.

Endro P. Martanto, Kepala Dinas  Perhubungan Kota Semarang menekankan, pengguna sepeda juga memiliki hak yang sama dengan pengendara lainnya, untuk itu jalur sepeda dibuat di Kota Semarang.

"Mendasari dari peraturan menteri perhubungan No. 59 Tahun 2020, intinya menjamin keselamatan bagi pengguna sepeda, Kota Semarang akan kita awali dari titik nol kilometer Kota Lama, Jalan Pemuda, Pandanaran dan lingkar Simpang Lima sampai Gajah Mada," ujar Endro usai peresmian Jalur sepeda di jalan Pemuda, Jumat (23/10).

Terkait anggaran, Endro menambahkan nantinya perlahan jalur sepeda akan dibuat di jalan-jalan protokol yang ada di Kota Semarang.

"Sesuai dengan pasal 12 bab 3 PM 59, jalur sepeda ada 3 ganjalan jadi bukan di bahu jalan ini sebagai contoh, jadi tidak boleh di trotoar, ini harus diberi penanda dengan lintasan marka ini sesuai dengan PM," imbuhnya.

Sementara ini, pihak Dishub hanya akan memasang rambu jalur khusus sepeda dan pembuatan marka jalan khusus sepeda.

Namun jika dinilai banyak titik keramaian bagi pesepeda, nantinya juga akan dipasang rambu portabel atau traffic cone.

"Nanti rekan-rekan dari Satlantas bersama kita akan melakukan penegakan juga karena ini bagian dari rambu yang memang harus dijalankan, kalau ada traffic cone ini mesti sudah dalam keadaan yang luar biasa, mestinya marka ini sudah cukup," paparnya.

Seperti halnya pengguna jalan lainnya, pesepeda juga memiliki larangan-larangan saat berada di jalan raya. Salah satunya tidak boleh menggunakan telepon selular sama seperti pengendara bermotor, hingga larangan penggunaan payung.

"Pengguna sepeda ini larangan yang tidak boleh dilakukan yaitu menggunakan alat selular, tidak boleh menggunakan payung, tidak boleh mengangkut barang yang tidak ada tempat muatannya, tidak boleh melanggar marka yang sudah di buat," tegasnya.

Saat musim pandemi seperti ini, pengendara sepeda pun juga harus tetap patuhi protokol kesehatan, seperti tetap memakai masker dan berjaga jarak saat beristirahat.

"Animo pengguna sepeda di semarang jumlahnya sudah ribuan, kebetulan sosialisasi yang dilakukan pemkot, bisa melalui kawan2 komunitas sepeda, saat istirahat, berhenti harus jaga jarak, selalu gunakan masker," pungkasnya. [jie]



Komentar Pembaca
Anies Baswedan Positif Covid-19

Anies Baswedan Positif Covid-19

SELASA, 01 DESEMBER 2020 , 11:51:49

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang
PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 , 10:58:48

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Suasana Pusat Oleh-Oleh Khas Semarang Saat Libur Panjang