Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid Libur Panjang Pekan Depan

Daerah  KAMIS, 22 OKTOBER 2020 , 19:19:00 WIB | LAPORAN: PRAYITNO

Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid Libur Panjang Pekan Depan
RMOLJateng. Pemerintah pusat meminta kepada kepala daerah dan semua pihak yang terkait untuk bersiaga dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada saat cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan libur akhir pekan, 28 Oktober hingga 1 November 2020 pekan depan.

Selain itu, cuaca ekstrem juga perlu diantisipasi dengan baik selama liburan panjang itu.

Hal tersebut dikemukakan pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Libur Cuti Bersama dengan Kepala Daerah dan Forkopimda se-Indonesia yang dilakukan secara virtual.

Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana, SH, M.Si bersama jajaran Forkompimda mengikuti Rakor itu di pringgitan Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Kamis, (22/10).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Moh. Mahfud MD mengatakan cuti bersama dan libur panjang harus diantisipasi dengan maksimal oleh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal ini terkait kerawanan-kerawanan yang berpotensi terjadi.

Mahfud menekankan, penerapan disiplin protokol kesehatan Covid-19, kemungkinan terjadinya penumpukan orang dan mobilitas masyarakat di tempat-tempat umum dan tempat wisata.

Misalnya transportasi umum, wisata, atau di tempat-tempat terminal, stasiun, bandara, dan sebagainya, kemudian di tempat-tempat rekreasi itu juga potensial akan terjadi kerumunan-kerumunan orang,” kata Mahfud.

Untuk itu, Mahfud mengingatkan agar libur panjang tidak menjadi pusat atau klaster baru penularan Covid-19.
Menurutnya, saat ini pemerintah sudah mulai berhasil menekan lonjakan penularan Covid-19, diiringi dengan naiknya tingkat kesembuhan.

"Persentase penularan yang juga sudah bagus, tingkat kematian yang juga sudah bagus, karena sedikit, di tingkat kematian itu 3 koma sekian persen, masih lumayan meskipun tidak sama dengan rata-rata dunia, nah itu semua harus diantisipasi,” ujar Mahfud.

Terkait dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober 2020, Mahfud menegaskan Negara Indonesia menghormati semua perayaan keagamaan.

Dijelaskan Mahfud, sebagai tanda penghormatan, pemerintah meliburkan seluruh kegiatan-kegiatan resmi, perkantoran dan sekolah pada hari-hari besar keagamaan. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat mengambil hikmah dari peringatan keagamaan, salah satunya berkaitan dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Agar kita menjadi lebih baik. Jadi jangan sampai ada pelanggaran di bidang protokol kesehatan misalnya. Ambil hikmahnya Maulid (Nabi Muhammad SAW) itu. Maulid itu ya melakukan refleksi apa yang bagus dari kelahiran Nabi Muhammad itu, yaitu agar kita hidup menjadi lebih baik,” imbuh Mahfud. [hen]

Komentar Pembaca
Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Jembatan Warna-Warni di Boja Kendal

Jembatan Warna-Warni di Boja Kendal

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 , 14:32:00