Viral, Hendi 'Nyamar' Jadi Driver Ojol Di Kota Semarang

Nusantara  KAMIS, 22 OKTOBER 2020 , 17:17:00 WIB | LAPORAN: TAKHRODJIE

Viral, Hendi 'Nyamar' Jadi Driver Ojol Di Kota Semarang
RMOLJateng. Cara unik dilakukan Calon Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi untuk menyerap aspirasi masyarakat. Menyamar sebagai driver ojek online,  Hendi panggilan akrabnya berkeliling Kota Semarang untuk berkomunikasi dengan masyarakat.

Menggunakan jaket hijau khas ojek online, dirinya tampak tidak canggung masuk ke komunitas driver ojol, hingga berkomunikasi dengan masyarakat yang menggunakan layanan ojol tersebut.

Video penyamaran Hendi menjadi driver ojol itu pun viral dan telah ditonton lebih dari 200.000 pengguna media sosial di berbagai platform, tidak sampai satu hari setelah diunggah, hingga Kamis (22/10).

Dalam video berjudul 'Sehari Menjadi Driver Ojol' yang banyak dibagikan oleh pengguna media sosial dan Hendi sendiri tersebut, terlihat penyamarannya tidak berhasil 100%.

Pasalnya, meskipun wajahnya tertutup masker dan menggunakan helm, sejumlah orang masih mengenalinya sebagai orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Seperti yang ada dalam video, dirinya dikenali saat membeli makanan untuk layanan pesan antar. "Pak Hendi ya ? Aku tahu, Pak Hendi ya," sebut penjual makanan tersebut. "Loh ? Aku ? Bukan !" jawab Hendi mengelak.

Ketika dikonfirmasi, ojol sendiri dipilih Hendi sebagai objek penyamaran karena dianggap sebagai profesi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat berbagai lapisan.

"Sedulur-sedulur driver ojol ini bersentuhan langsung dengan masyarakat dari berbagai lapisan. Termasuk saya sendiri, kalau malam butuh apa pakai ojol. Sehingga di sisi lain juga bisa mengukur kondisi ekonomi Kota Semarang," ujar Hendi.

"Misal, dari order makanan, yang paling ramai dipesan ada pada segment mana. Lalu kalau penumpang, orderannya seberapa banyak. Apa yang saya lihat langsung ini bisa jadi tolok ukur penting," tambahnya.  

Di samping ingin mengetahui keluhan warga soal ekonomi, dengan cara yang dilakukannya, Hendi juga menyebutkan dapat lebih memahami aspirasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah selama ini.

"Ini pertama kali saya lakukan dan ternyata social experiment seperti ini juga efektif. Saya bisa dapat langsung mengetahui pandangan masyarakat, tanpa ada yang ditutupi," tambah Hendi.

"Selain itu khusus kemarin, saya juga bisa sekaligus mengukur sebarapa paham masyarakat tentang adanya Pilwalkot pada tanggal 9 Desember 2020, yang kemudian harapannya KPU dapat lebih masif melakukan sosialisasi," pungkasnya. [jie]

Komentar Pembaca
Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Suasana Pusat Oleh-Oleh Khas Semarang Saat Libur Panjang