Elemen Masyarakat Di Kendal Deklarasi Tolak Anarkis

Daerah  SENIN, 19 OKTOBER 2020 , 16:31:00 WIB | LAPORAN: RENDRAS CAVA

Elemen Masyarakat Di Kendal Deklarasi Tolak Anarkis
RMOLJateng. Polres Kendal menggandeng elemen Buruh, Mahasiswa, Pemuda, Kalangan Agama dan elemen masyarakat  untuk mendeklarasikan menolak aksi anarkis dalam unjuk rasa.

Deklarasi penolakan aksi anarkis dalam unjuk rasa itu dilakukan di Halaman Mapolres Kendal, Senin (19/10).

Seperti diketahui bahwa aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law hingga saat ini masih bergulir. Unjuk rasa tersebut pun berakhir dengan aksi anarkis akibat dipicu oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Kapolres Kendal, AKBP Ali Wardhana mengatakan bahwa negara menjamin penyampaian pendapat bagi warga negaranya.

Dalam penyampaian tersebut sudah diatur dalam perundang-undangan yang terdapat batas-batasan dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh warga negara.

"Mereka yang berdemo harus bisa menjaga ketertiban umum dan menjamin hak-hak warga lainnya. Sudah ada undang-undangnya yang mengatur dalam menyampaikan oendapat," katanya.

Menurut Aki, deklarasi ini juga untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Kendal dari aksi anarkis.

"Selama ini di Kendal belum ada aksi unjuk rasa yang diwarnai aksi anarkis. Ini semua berkat  kerjasama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kendal yang selama ini bisa menjaga kondusifitas kabupaten Kendal," ujarnya.

Deklarasi ditandai dengan pembacaan ikrar penolakan dan penandatanganan kesepakatan bersama anti anarkis untuk menyatukan persepsi dan komitmen bersama menjaga Kendal aman.

"Elemen masyarakat ini diharapkan juga berani menolak ajakan untuk berlaku anarkis saat menyampaikan pendapatnya melalui unjuk rasa,” tambahnya.

Anggota Dewan Buruh Kendal, Sudarmaji mengatakan bahwa buruh di Kendal siap menjaga kondusifitas di Kendal.

Dalam penyampaian pendapat pun pihaknya berupaya tidak ada aksi anarkis.

"Kami pun menjanjikan kepada Polres untuk menjaga kondusifitas di Kendal kami.Bahkan sebelum ada aksi demonstrasi di berbagai daerah," katanya.

Sekretaris Daerah Kendal Moh Toha, mengatakan, masyarakat boleh berunjuk rasa tetapi tidak boleh melakukan tindakan kekerasan dan anarkis serta dalam menyampaikan pendapat dimuka umum berpedoman ketentuan atas hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia yang baik.

"Saya menghimbau dan mengajak kepada segenap elemen masyarakat Kendal agar tetap saling menjaga dan memelihara rasa keamanan. Warga juga tidak mudah terhasut dan terpancing dari suara provokasi oknum yang tidak bertanggung jawab yang menginginkan perpecahan diantara sesama,” katanya.

Elemen masyarakat ini juga diharapkan bersama-sama mencegah penyebaran berita hoak, provokatif dan berita yang mengandung isu sara serta bisa menerapkan protokol kesehatan.

"Silakan masyarakat demo asal tertib dan tidak anarkis. Masyarakat juga harus bisa mencegah berita hoax dan tidak termakan isu hoax. Yang terpenting dimasa pandemi covid 19 berkominten menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," pungkasnya. [jie]




Komentar Pembaca
Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Jembatan Warna-Warni di Boja Kendal

Jembatan Warna-Warni di Boja Kendal

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 , 14:32:00