Pengin Cepat Kaya, Warga Kebumen Ini Bisnis Pil Koplo

Hukrim  MINGGU, 18 OKTOBER 2020 , 14:54:00 WIB | LAPORAN: PRAYITNO

Pengin Cepat Kaya, Warga Kebumen Ini Bisnis Pil Koplo
RMOLJateng. Alih-alih ingin cepat kaya, seorang pemuda RL (22) warga Desa/Kecamatan Petanahan, Kebumen, mencoba menjalankan bisnis yang penuh resiko.

Akibatnya, bisnisnya itu tercium polisi dan akhirnya RL harus mempertanggungjawabkan dimuka hukum.

RL tertangkap setelah bosnya terlebih dahulu dibekuk oleh jajaran Sat Res Narkoba Polres Kebumen. Kini impian mendapat gaji bulanan yang melebihi Upah Minimum Provinsi Jateng dari bos nya pun kandas.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, tersangka RL ditangkap di wilayah Kecamatan Petanahan Kebumen.

Dari penangkapan itu, polisi berhasil menyita botol putih berisikan 480 butir pil hexymer, serta 9 paket pil hexymer yang dikemas di dalam plastik klip bening. Tiap paket berisikan 10 butir hexymer.

"Penangkapan RL merupakan pengembangan kasus sebelumnya.  Kami menangkap AJ yang ternyata belakangan disebut oleh RL sebagai bos nya,” kata AKBP Rudy didampingi Kasat Resnarkoba AKP Paryudi, dalam keterangan tertulis kepada RMOLJateng, Minggu  (18/10).

RL adalah adalah anak buah tersangka AJ yang sebelumnya ditangkap karena kasus yang sama. AJ adalah seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Kebumen.

Tersangka RL mengaku jika pil koplo yang dimilikinya, diperoleh dari tersangka AJ. Ia mendapatkan imbalan Rp 2,5 juta untuk tiap toples  penjualan pil koplo itu.

Pengakuan tersangka RL, bisnis menjajakan pil koplo telah ia lakukan sejak bulan Juli 2020. Apalagi tersangka RL hanya seorang pengangguran.

Keuntungan yang besar dan mudah menjadi alasan mengapa ia berani berjualan obat keras itu secara ilegal. 

"Awalnya saya mengkonsumsi sendiri, tapi kemudian berani jualan karena keuntungan yang lumayan,” ungkap RL kepada polisi.

Akibat perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 196 Jo. pasal 98 ayat (2), (3) UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. [jie]



Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00

Operasi Masker Di Kawasan Simpanglima Semarang

Operasi Masker Di Kawasan Simpanglima Semarang

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 , 15:03:00