Berdaulat Di Laut : Sejahtera Nelayan, Kepastian Pangan

Opini  JUM'AT, 16 OKTOBER 2020 , 13:55:00 WIB

Berdaulat Di Laut : Sejahtera Nelayan, Kepastian Pangan
"Jikalau negara di Indonesia ingin menjadi kuat, sentosa, sejahtera, maka dia harus kawin juga dengan laut".

Begitulah kutipan Pidato Bung Karno dalam acara Musyawarah Nasional Maritim I, 23 September 1963 di Jakarta.

Potongan pidato Bung Karno "Kembalilah Menjadi Bangsa Samudera !" di atas menjadi isyarat bagi kita semua tentang peran penting Laut bagi bangsa dan Negara Indonesia.

Pesan tersebut sekaligus menjadi mandataris untuk kita semua dalam memandang laut sebagai kekuatan utama untuk berdaulat, mengelolanya dengan mengedepankan keberlanjutan, serta untuk menggapai kesejahteraan bangsa.

Indonesia merupakan negara Mega Biodiversity yang mana memiliki keanekaragaman jenis hayati yang sangat tinggi serta dengan luas perairan yang mencapai 3.257.483 km atau dua pertiga wilayah Indonesia adalah Laut, sehingga tak ayal menjadi magnet tersendiri bagi tindak kejahatan IUU Fishing.

Karenanya penting bagi Republik ini untuk memperkuat sistem pengawasan di Laut, guna menjaga kewibawaan sebagai Negara merdeka.

Mesti kita sadari bersama bahwa kita memiliki wilayah laut yang luas, sehingga penting rasanya untuk memastikan pengawasan di luat berjalan dengan baik.

Tentu hal ini perlu didorong dengan berbagai aspek, salah satunya perlu adanya diplomatic dengan negara-negara tetangga. Selain itu, perlu adanya sikap ketegasan dalam penegakan hukum sesuai dengan konstitusi Internasional.

Kita sadari bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan, tentu baiknya hal ini  menjadi landasan utama dalam perumusan-perumusan pembangunan Indonesia.

Tidak kalah penting pula pemerintah wajib melibatkan masyarakat pesisir terutama nelayan kecil tradisional dalam setiap perumusan pembangunan.

Hal ini bertujuan agar apa yang menjadi program pemerintah merupakan hasil dari buah pikir masyarakat pesisir terutama nelayan kecil tradisional.

Bagiamanapun Laut adalah bagian terpenting dari Indonesia, di laut pun banyak kepentingan, tapi yang terpenting adalah bagaimana mengelola laut untuk menjadi sumber kehidupan saat ini dan masa yang akan datang, ini penting dicermati, agar kita tidak hanya sekedar mengambil manafaat laut saja tapi juga mampu memastikan keberlangsungannya.

Sehingga perlu adanya upaya-upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan pengelolaan keberlanjutan ini, sebenarnya jika kita menilik lebih dalam maka sebenarnya sedari dahulu Nelayan di nusantara memiliki tradisi menjaga laut, setiap wilayah pesisir pun memiliki keraifan local seperti Panglima Laot (Aceh), Awig-awig (Lombok), Sasi (Maluku), seke, malombo, romping, pele-karang, lamba, kelong dll.

Hal itu menjadi gambaran bahwa Tradisi kebaharian yang ada disetiap wialyah pesisir mengandung nilai-nilai konservasi, namun sangat disayangkan seiring dengan perkembangan zaman tradisi-tradisi itu cenderung menghilang terkikis oleh berbagai hal seperti; kebijakan pembangunan yang lebih berorientasi pada produktivitas tapi tidak memihak kepada nelayan tradisional, kerusakan ekosistem pesisir dan laut karena pencemaran, perusakkan terumbu karang dan konversi hutan bakau di kawasan pesisir,  penggunaan peralatan tangkap yang tidak ramah lingkungan, dan lain sebagainya.

Seyogyanya laut Indonesia mampu menjamin  Kesejahteraan nelayan, hal ini penting karna dengan sejahteranya nelayan maka terjamin pula pangan untuk bangsa kita selama-lamanya.

Karenanya kedaulatan di laut harus menjadi perhatian khusus, hal ini menjadi tolak ukur akan bangsa dan Negara yang merdeka. [***]


Hendra Wiguna
Pemerhati Nelayan

Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00