Pengamat Pendidikan Apresiasi Sekolah Virtual

Daerah  RABU, 14 OKTOBER 2020 , 13:08:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Pengamat Pendidikan Apresiasi Sekolah Virtual
RMOLJateng. Ketua Dewan Pendidikan Jawa Tengah, Prof.Dr.Rustono, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyediakan sekolah virtual bagi siswa putus sekolah karena alasan ekonomi.

Menurut Rustono, tidak boleh anak-anak usia sekolah terlantar hanya karena faktor ekonomi. Mereka harus mendapatkan hak untuk mendapatkan pendidikan.

"Jateng daerahnya cukup besar, dan masih banyak yang memerlukan akses pendidikan. Untuk itu, saya harap sekolah virtual bisa dilanjutkan dan diperluas jangkauannya ke daerah-daerah terpencil," kata Rustono, Rabu (14/10).

Sebagai salah satu pihak yang ikut merancang sekolah virtual, Rustono, mengatakan bahwa anak-anak yang menjadi siswa sekolah virtual akan mendapat hak yang sama dengan siswa sekolah reguler lainnya.

Sebab, mereka juga terdaftar sebagai siswa secara resmi. Lulusannya, lanjutnya, juga diakui dan mendapat hak yang sama, bisa bekerja atau melanjutkan kuliah.

"Semuanya sama, hanya saja metodenya yang berbeda karena sekolah virtual ini lebih banyak daring dan sesekali tatap muka," imbuhnya.

Sementara itu, Pengamat pendidikan dari Universitas Katolik Soegidjapranata (Unika), Tukiman Tarunasayoga mengatakan, langkah Pemprov Jawa Tengah ini harus disampaikan kepada masyarakat luas.

Menurutnya, terobosan ini akan sangat membantu banyak siswa yang putus sekolah. Dia menilai hal ini dapat menjadi jalan keluar bagi anak-anak yang tidak bisa sekolah lantaran persoalan biaya.

"Ini terobosan luar biasa dan patut diapresiasi. Saya sangat mendukung langkah ini. Sekolah virtual merupakan jalan keluar bagi anak-anak yang tidak bisa sekolah karena persoalan biaya," katanya.

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuat sekolah virtual untuk menanggulangi angka anak putus sekolah di Jawa Tengah. Sekolah virtual dibuka di dua tempat, yakni di SMAN 3 Brebes dan SMAN 1 Kemusu Boyolali.

Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, setidaknya ada 45.000 anak di Jawa Tengah yang tidak sekolah atau putus sekolah karena permasalahan biaya. [hen]

Komentar Pembaca
Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00