Buron 6 Tahun, Polres Pemalang Bekuk Tersangka Dugaan Korupsi Pupuk Subsidi

Hukrim  SELASA, 06 OKTOBER 2020 , 15:40:00 WIB | LAPORAN: BAKTI BUWONO

Buron 6 Tahun, Polres Pemalang Bekuk Tersangka Dugaan Korupsi Pupuk Subsidi
RMOLJateng. Jajaran Sat Reskrim Polres Pemalang membekuk dua orang tersangka dengan dugaan kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan pupuk bersubsidi.

Keduanya sempat buron selama 6 tahun dan merugikan negara hingga sebesar Rp  2,92 milyar.

"Kami mengamankan dua orang tersangka RH (73) dan RS (53) atas dugaan keterlibatan kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan pupuk subsidi PG. Sumberharjo," kata Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho, saat jumpa pers, Selasa (6/10/2020).

Pupuk yang dikorupsi sejumlah 1017,5 ton pada tahun anggaran 2012 dan sejumlah 280 ton pada tahun anggaran 2013.

Kejadian bermula, ketika oknum pegawai PG. Sumberharjo memanfaatkan ijin pelaksanaan tebu rakyat kemitraan kerjasama operasional (KSO).

Oknum itu  membuat rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) fiktif tanpa melalui mekanisme sesuai petunjuk pelaksanaan dari kementrian pertanian.

Lalu mencantumkan nama-nama yang tidak sesuai dengan kelompok tani yang terdaftar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Kemudian, RDKK fiktif tersebut diserahkan pada kedua tersangka yang merupakan pengurus koperasi petani tebu rakyat (KPTR) Raksa Jaya Pemalang.

"Namun, KPTR Raksa Jaya Pemalang langsung mengirimkan RDKK fiktif tersebut ke perusahaan pupuk, tanpa melalui dinas pertanian Kabupaten Pemalang,” jelasnya.

"Setelah pupuk subsidi turun di gudang PG Sumberharjo, pupuk subsidi tersebut digunakan untuk pemupukan lahan dan digarap sepenuhnya tanpa melibatkan kelompok tani,” Imbuhnya.

Dari hasil audit investigasi pada 14 Juli 2014 sampai dengan 16 April 2015, BPKP Jawa Tengah menemukan kerugian negara untuk masa tanam tebu tahun 2012-2013 sebesar Rp2,92 milyar.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) atau 3 UU nomor 39 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 20 penjara. [jie]





Komentar Pembaca
RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia
BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan
Saat-saat HRS Dipindahkan

Saat-saat HRS Dipindahkan

KAMIS, 14 JANUARI 2021 , 21:15:00

Penangkapan Tersangka Pengedar Uang Palsu Di Semarang
Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

JUM'AT, 27 NOVEMBER 2020 , 18:31:00

Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Wanita Di Semarang

Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Wanita Di Semarang

JUM'AT, 20 NOVEMBER 2020 , 13:44:00