Kemarau Sampai November, 16 Desa Di Sukoharjo Masih Krisis Air

Daerah  SENIN, 05 OKTOBER 2020 , 14:06:00 WIB | LAPORAN: ALMIRA NINDYA

Kemarau Sampai November, 16 Desa Di Sukoharjo Masih Krisis Air
RMOLJateng. Mengacu pada prediksi BMKG, diperkirakan musim kemarau akan melanda hingga bulan November. Termasuk prediksi badai Elnina yang juga mengakibatkan badai petir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo pun terus bersiaga dan terus melakukan pengecekan secara berkala.

"Data BPBD Sukoharjo, sebanyak 19.924 jiwa dari 16 desa di tiga kecamatan, Tawangsari, Weru dan Bulu, dilaporkan masih mengalami krisis air bersih. Jika tak ada bantuan, warga terpaksa harus membeli untuk kebutuhan sehari - hari." Kata Kepala BPBD Sukoharjo, Sri Maryanto, Senin(5/10).

Disisi lain, bagi warga, terutama yang tinggal di daerah perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari pergantian musim.

"Disekitar perbukitan, kalau ada rekahan tanah supaya segera ditutup, agar nanti pas hujan datang, tidak ada air yang masuk. Sebab, akan menyebabkan tanah longsor," imbuhnya.
   
Sri menyampaikan, masa pancaroba biasa ditandai dengan frekuensi tinggi badai, hujan yang sangat deras disertai guruh, serta angin yang bertiup kencang.

"Pohon - pohon yang rimbun agar dipangkasi cabang dan rantingnya, baik yang dilingkungan rumah, maupun dijalan. Tujuannya agar tidak terdampak oleh angin kencang," imbaunya.

Kondisi saat (pancaroba) ini, menurut Sri adalah waktu yang tepat untuk warga melakukan pengecekan kondisi bangunan rumah, terutama di rangkanya. Jika ada yang rapuh seyognyanya segera diperbaiki, atau diganti.

"Jangan sampai, nanti kalau ada hujan disertai angin kencang, mungkin akan mengakibatkan rumah menajdi roboh," tandasnya.

Di musim pancaroba, semua wilayah di Sukoharjo berpotensi terkena sapuan angin kencang. Sedangkan untuk ancaman bahaya tanah longsor, maka yang jadi fokus perhatian adalah daerah perbukitan.

"Untuk ancaman tanah longsor ada di Bulu, Weru, dan Tawangsari. Kemudian kalau ancaman banjir ada di Tawang, Grogol, Karakan, Polokarto, dan Mojolaban," ujarnya.

Ditambahkan Sri, persiapan personil dan peralatan pun telah dilakukan pihaknya, jika sewaktu - waktu terjadi kedaruratan bencana alam.[dit]

Komentar Pembaca
Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

Arus Lalin Di Tol Kalikangkung Semarang

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 18:16:00

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

Tradisi Maulid Nabi Di Kaliwungu Kendal

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 19:39:00

Jembatan Warna-Warni di Boja Kendal

Jembatan Warna-Warni di Boja Kendal

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 , 14:32:00