Kecewa Hasil Muscablub, Puluhan Kader Pemuda Pancasila 'Gantung Seragam'

Daerah  JUM'AT, 02 OKTOBER 2020 , 15:06:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Kecewa Hasil Muscablub, Puluhan Kader Pemuda Pancasila 'Gantung Seragam'
RMOLJateng. Kecewa dengan hasil Musyawarah Cabang Luar Biasa (MUSCABLUB), puluhan anggota Pemuda  Pancasila Solo yang menamakan diri Forum Arus Bawah Pemuda Pancasila menuntut agar MUSCABLUB yang dilaksanakan pada Minggu (20/9) lalu di Lawang Djoenjing, Mojosongo, Surakarta agar digelar ulang.

Mereka menggelar aksi damai dengan memasang spanduk menuntut agar MUSCABLUB PP kota Solo digelar ulang yang dipasang di titik strategis lima kecamatan di Kota Solo.

Mewakili anggota Pemuda Pancasila Solo yang menamakan diri Forum Arus Bawah Pemuda Pancasila, Hendras Ery Wicaksono pihaknya merasa prihatin terkait pelaksanaan agenda Muscablub yang semula diharapkan berjalan sesuai musyawarah dan mufakat namun belakangan harus digelar secara voting. Dan ada dugaan dalam prosesnya dinilai tidak netral.

"Memang sesuai ketentuan dalam Muscablub kemarin memenuhi ada tujuh hak suara. Masing-masing lima suara dari  PAC, satu MPC, serta satu suara dari Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Jawa Tengah. Namun ada indikasi dugaan ketidaknetralan dalam pelaksanaanya," jelas  Hendras, Jumat (2/9) siang.

Untuk itu pihaknya meminta kepada Walikota Solo sebagai pembina Ormas di kota Solo  untuk membantu menyelamatkan Pemuda Pancasila Solo dari perpecahan dan segera ditemukan penyelesaian yang terbaik.

"Jika tuntutan kami ini tidak direspon akan diambil langkah 'gantung baju' alias vakum dari semua kegiatan Pemuda Pancasila Solo," tandasnya.

Totok Budi Santosa Panitia Pelaksana Muscab lalu, Totok Budi Santoso meminta agar MPW dan MPN agar bergerak cepat menyelesaikan masalah di MPC kota Solo agar permasalahan tidak bertambah rumit.

"Mumpung SK belum keluar agar segera turun ke bawah langsung terjun sendiri ke kota Solo untuk menyelesaikan  permasalahan di internal. Untuk sementara vakum dari semua kegiatan PP sesuai keinginan dari anggota," imbuh Totok.

Terpisah Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Solo terpilih Faisol Rifqi sebut pihaknya menghargai adanya beda pendapat dalam pemilihan ketua yang digelar belum lama ini.

"Namanya beda pendapat itu hal yang wajar, menang-kalah dalam (pemilihan) juga hal biasa. Namun saya tidak sebut ini (PP Solo) perpecahan," jelasnya melalui sambungan telepon.

Faisol menyebut, mereka adalah saudara-saudara. Itu merupakan hak dari semua anggota untuk berpendapat. Dan pemasangan spanduk itu justru tidak sesuai dengan norma yang ada di Pemuda Pancasila.  Dalam menyikapi beda pendapat ini semua harus berpikiran dingin untuk kedepannya.

"Bagaimanapun juga saat ini saya sudah terpilih.  Ini SK sudah mau turun, saya sudah jadi 'bapaknya PP, jadi kedepan akan kita rangkul semua, harus ngemong semuanya. Jadi tidak ada perpecahan dalam Pemuda Pancasila Solo, hanya beda pendapat," tandas Faisol. [jie]





Komentar Pembaca
Pra Rekontruksi Perampokan di Kawasan Barito Semarang
Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

Bulan Keselamatan Untuk Para Pekerja

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 08:37:00

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

Penyuntikan Vaksin Tahap Dua

KAMIS, 28 JANUARI 2021 , 13:48:00