Produk Turki Diboikot Di Arab Saudi

Dunia  KAMIS, 01 OKTOBER 2020 , 23:21:00 WIB | LAPORAN: HENDRATI HAPSARI

Produk Turki Diboikot Di Arab Saudi

RMOLJateng. Produk buatan Turki diboikot Arab Saudi sebagai bagian dari embargo rahasia.

Media Turki Cumhuriyet melaporkan, larangan tersebut akan mulai berlaku pada pekan ini untuk memberikan tekanan pada ekonomi Turki yang sudah lumpuh.

"Pelanggan kami terbiasa dengan produk Turki, mereka puas. Namun, mereka tidak dapat membeli barang kami lagi. Mereka mengatakan mengirimkannya kepada kami melalui negara ketiga," ujar seorang pengusaha Turki, dilansir dari Kantor Berita RMOL.

"Usaha kecil dan menengah sangat cemas, terutama karena ekspor dari provinsi tenggara seperti Hatay, Gaziantep dan Diyarbakir terhenti," sambungnya.

Sebelumnya, Arab Saudi telah menekan pengusaha lokal untuk tidak berbisnis dengan Turki dan industrinya sebagai bagian dari boikot tidak resmi.

Menurut laporan Juli oleh Middle East Eye, mengutip informasi dari pejabat Turki, Kerajaanjuga telah mencegah truk yang membawa buah dan sayuran segar melintasi perbatasan Arab Saudi.

Surat kabar Turki, Dunya memuat, pemerintah Arab Saudi telah menghubungi para pengusaha dan memerintahkan mereka untuk tidak berdagang dengan perusahaan atau memberli produk apapun yang dibuat di Turki.

 Lebih lanjut, pemerintah akan mengenakan denda kepada perusahaan mana pun yang mengabaikan perintah tersebut. "Anda bahkan tidak bisa menjual barang-barang Turki dari Jerman karena mereka tidak menginginkan barang dengan cap "made in Turkey"," lapor Dunya.

Surat kabar itu juga mengungkap, Arab Saudi tidak dapat mengumumkan kebijakan tersebut karena sanksi dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Namun Riyadh berusaha untuk membuat larangan resmi pada pekan ini.

Sementara itu, saat ini Ankara tengah mempertimbangkan pengaduan sengketa resmi ke WTO dan mencari kompensasi jika larangan terus berlanjut. Boikot yang dilakukan oleh Arab Saudi menyusul hubungan tegang antara Turki dan beberapa negara Teluk dalam beberapa tahun terakhir karena perbedaan kebijakan luar negeri.

Perselisihan terbesar antara Turki dan Arab Saudi muncul di tengah kasus pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018. Arab Saudi telah menyangkal bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, sementara Turki memberikan bukti bahwa pembunuhan itu diperintahkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Pemerintah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan adalah pihak pertama yang melaporkan pembunuhan Khashoggi dan sejak saat itu terus menekan Riyadh untuk meminta informasi tentang keberadaan tubuhnya yang terpotong-potong, yang masih hilang. CIA sendiri telah menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut diperintahkan oleh MbS. Alhasil, hubungan Ankara dan Riyadh pun retak. [hen]




Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00