Pemprov Jateng Berniat Tambah Jumlah Siswa dan Sekolah Simulasi Tahap II

Pendidikan  RABU, 30 SEPTEMBER 2020 , 19:59:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Pemprov Jateng Berniat Tambah Jumlah Siswa dan Sekolah Simulasi Tahap II
RMOLJateng. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berniat menambah kuota siswa belajar tatap muka pada simulasi tahap kedua.

Hal tersebut diputuskan setelah melihat hasil evaluasi simulasi sekolah tatap muka tahap pertama.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Padmaningrum menerangkan, akan memulai kembali simulasi belajar tatap muka di tujuh sekolah yang ditunjuk pada 5 Oktober mendatang.

Menurutnya, jumlah siswanya akan ditambah 100%, dari jumlah awal yang mengikuti tatap muka. Ia mencontohkan, misalnya di SMKN 1 Temanggung yang awalnya diikuti 72 siswa, pada tahap kedua nanti akan ditambah menjadi 180 siswa.

"Begitu juga di sekolah lain yang telah ditunjuk itu, akan dilakukan penambahan jumlah siswa 100 persen dari tahap awal," kata Padmaningrum, Rabu (30/9).

Selain itu, Padmaningrum juga akan melakukan penambahan sekolah yakni di tiga SMK Negeri Jateng baik di Semarang, Pati dan Purbalingga, serta SMA Pradita Dirgantara dan Taruna Nusantara.

"Kenapa kami pilih sekolah yang berasrama, karena lebih mudah dalam pengaturannya," katanya.

Di sekolah-sekolah baru yang ditunjuk itu lanjut Padma, juga akan dibatasi jumlah siswanya. Misalnya di SMA Taruna Nusantara dengan jumlah siswa lebih dari 1.000, maka hanya diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka pada 150 orang siswa.

"Sambil kami mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan dan juga kesiapan sarana prasarana penunjang lainnya," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menambahkan jumlah siswa dan jumlah sekolah tentu dengan mempertimbangkan status zonasi. Tak hanya untuk sekolah baru yang ditunjuk, pertimbangan tersebut juga diberlakukan terhadap tujuh sekolah yang sudah melaksanakan juga akan dievaluasi.

"Tentu semua mempertimbangkan zona. Dicek apakah sekolah itu masuk zona merah, atau tempat tinggal siswanya yang masuk zona merah. Kalau itu terjadi, maka siswanya dilarang sekolah dan kalau sekolahnya berada di zona merah, ya ditutup dulu," kata Ganjar.

Dia mengatakan hasil evaluasi sudah cukup baik. Pihaknya juga melakukan pengecekan dengan yakni, 97,4% ada dukungan orang tua, 95 persen pelaksanaan protokol kesehatan berjalan dengan baik dan 82% komunikasi antara orang tua dan guru berjalan baik.

"Ada beberapa catatan yang kami garis bawahi dan perlu penyikapan ekstra. Memang tetap harus diperbaiki, agar capaiannya bisa 100%," tutup dia. [hen]







Komentar Pembaca
Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Alat Berat Eksplorasi Alam

Alat Berat Eksplorasi Alam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 , 15:09:00

Operasi Masker Di Kawasan Simpanglima Semarang

Operasi Masker Di Kawasan Simpanglima Semarang

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 , 15:03:00