KPU Demak Umumkan Wakil Bapaslon JOS "Joko Sutanto" Tidak Memenuhi Syarat Kesehatan

Politik  SENIN, 14 SEPTEMBER 2020 , 10:43:00 WIB | LAPORAN: ARIS WIBOWO

KPU Demak Umumkan Wakil Bapaslon JOS
RMOLJateng. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Demak, mengumumkan wakil pasangan calon Esti-Jos, Joko Sutanto tak memenuhi syarat (TMS) tes kesehatan di RSUP Kariadi. KPU Demak menunggu kelengkapan syarat pergantian wakil pasangan calon hingga 16 September 2020.

"Pasangan dr Esiti'anah dan Drs Joko Sutanto, dari semua proses dokumen syarat calon, semua memenuhi syarat kecuali di hasil pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan kesehatan ini yang melakukan adalah rumah sakit Kariadi sesuai amanah  dari Keputusan KPU 412 tahun 2020, bahwa tempat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan itu harus di rumah sakit tipe A. Rumah sakit pemerintah tipe A, atau kemudian kalau tidak bisa harus ke rumah sakit tipe B. Demak tidak ada rumah sakit tipe A atau tipe B di Demak. Maka Keputusan KPU Kabupaten Demak sesuai hasil pleno KPU Demak memutuskan pemeriksaan tes kesehatan dilakukan di Rumah Sakit RSUP Kariadi," jelas Ketua KPU Demak, Bambang Setya Budi usai menyampaikan berita acara di Aula KPU Demak, Jalan Kyai Turmudzi, Kelurahan Bintoro Demak, Senin (14/9/2020).

"Nah, hasil, ada memang, dari hasil yang ada, untuk pasangan bu dr Hj Esitia'anah dan Drs H Joko Sutanto, memang statusnya dalam prosedur dokumen ini statusnya belum memenuhi syarat, karena ada salah satu yaitu wakilnya, pak H Joko Sutanto di hasil tes kesehatannya, statusnya adalah tidak memenuhi syarat," sambung Bambang.

Bambang menjelaskan, hasil pemeriksaan tes kesehatan yang tidak memenuhi syarat, maka harus dilakukan pergantian.

"Karena statusnya tidak memenuhi syarat, maka surat dan ketentuan di PKPU 9 tahun 2020 pasal 54 ayat 3, maka khusus untuk perbaikan itu dikecualikan bagi hasil pemeriksaan kesehatan. Jadi kemudian ketika hasil pemeriksaan kesehatan TMS, maka tidak ada proses perbaikan kembali. Maka salah satu perbaikan yang dilakukan adalah penggantian komposisi atau penggantian bapaslon yang posisinya adalah tidak memenuhi syarat tersebut," terangnya.

Rapat pleno terbuka penyampaian hasil penelitian keabsahan dokumen tersebut, dihadiri dari bapaslon Esti-Jos, yakni Esitianah yang didampingi suami beserta enam perwakilan partai pengusung.

Sementara dari bapaslon Mugi-Hebad diwakili oleh tim pemenangan beserta perwakilan dua partai pengusung. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Demak, Khoirul saleh dan Kabag Ops Polres Demak, Kompol Son Haji.

Bambang melanjutkan, selain harus melakukan pergantian, bapaslon Esti-Jos  harus melengkapi persyaratan dokumen BKWK dan B1KWK laiknya pendaftaran calon dari dukungan partai.

Lanjutnya, yaitu dokumen kesepakatan berkoalisi untuk mendukung bapaslon dan dokumen rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Jadi itu mekanisme yang diatur di Keputusan KPU 394 tentang tata cara pendaftaran, penelitian, pengambilan nomor urut dan penetapan calon sudah diatur. Bahwa di dalam melaksanakan proses pergantian bapaslon, maka seluruh proses dokumen pencalonan juga harus diperbarui. Yaitu BKWK harus diperbarui, itu artinya adalah kesepakatan berkoalisi untuk mendukung bapaslon, maka wakilnya juga harus diganti. Kemudian B1KWK atau lebih sederhananya dibahasakan rekomendasi DPP itu juga harus diperbaharui. Maka kemudian mekanisme itu yang harus dilakukan," terangnya.

Terkait waktu pengumpulan kelengkapan pergantian tersebut, Bambang menjelaskan yaitu hingga 16 September 2020.

"Ini kita kemudian berhitung dengan waktu. Maka ada skema waktu yang diatur di dalam Keputusan KPU. Kapan proses pergantian itu, pergantian itu bisa dilakukan nanti di masa perbaikan, yaitu tanggal 14-16 September 2020," imbuhnya.

"Di situlah nanti mereka harus memasukkan seluruh dokumen persyaratan calon yang harus masuk ke kita, secara lengkap. Dan kami akan menunggu seperti mekanisme yang ada yaitu tanggal 14-16, tanggal 16 nya kita akan tunggu sampai jam 24.00 WIB," jelasnya.

Atas keputusan pleno terbuka KPU Demak yang menyatakan Joko Sutanto tak memenuhi syarat pemeriksaan kesehatan tersebut, Bambang membuka proses sengketa kepada bapaslon. Pihaknya mempersilahkan bapaslon untuk melakukan proses sengketa sebagai haknya.

"Jadi itu yang akan kita tunggu. Jadi mekanisme ini yang juga, silahkan yang kemudian misalnya ketika tidak sepakat, misalnya atas berita acara yang kita sampaikan, kami buka. Mempersilahkan kepada bapaslon, ada hak untuk dia melakukan proses sengketa. Tetapi juga kami ingatkan tadi di forum pleno, juga harus lihat waktu. Karena waktu penggantian itu hanya tiga hari, 14-16. Jangan sampai kemudian malah merugikan bapaslon," tuturnya.

"KPU dalam regulasinya sudah mengatur mempersilakan untuk pergantian bapaslon yang TMS saja. Silahkan untuk dilakukan pergantian. Tetapi kalau tidak dilakukan, itu ya hak mereka. Jadi itu yang kami persilahkan. Jadi itu yang kami sampaikan secara utuh. Dari semua regulasi yang ada. Sepenuhnya kami persilahkan kepada bapaslon, untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan peraturan yang ada," jelasnya.

"Kita dapat (hasil tes kesehatan) Kariadi itu tanggal 12. Jadi pleno Kariadi sendiri tanggal 11. Kemudian hasil Kariadi kita plenokan di tingkat KPU tanggal 12, sesuai dengan tahapan PKPU 5 tahun 2020. Kemudian hari ini tanggal 13 sesuai dengan ketentuan PKPU 5 tahun 2020, KPU menyampaikan hasil pemeriksaannya," imbuhnya.

Terkait bapaslon Mugi-Hebad, Bambang menjelaskan, seluruh dokumen persyaratan memenuhi syarat.

"Atas nama pak Mugi dan M Baduruddin, hasilnya semuanya memenuhi syarat. Semuanya, tidak ada yang diperbaiki. Hanya ada catatan, ada salah satu dari tim kampanye yang namanya keberatan untuk dicantumkan, itu saja. Tapi secara keselurahan dokumennya memenuhi syarat," jelasnya.

Sementara usai rapat pleno terbuka,  Esti'anah yang ditemani suaminya enggan dimintai tanggapan media. [jie]

Komentar Pembaca
Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 11:43:00

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

SELASA, 28 JULI 2020 , 15:37:00

Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00