Dari Tempat Jemuran Kost Pindah Ke Ruko

Trend Berbisnis Tanaman Hias

Lifestyle  MINGGU, 13 SEPTEMBER 2020 , 22:13:00 WIB | LAPORAN: HENDRATI HAPSARI

Dari Tempat Jemuran Kost Pindah Ke Ruko
RMOLJateng. Hobi berkebun sedari kecil mendorong Juneyas Titi Ekandari menekuni bisnis tanaman.

Bahkan, June, begitu dia biasa disapan teman, merintis usaha sejak dari kuliah. Kebiasaan merawat tanaman membuat jumlah tanamannya semakin banyak. Alhasil, dia pun berniat untuk berjualan.

Sebelum booming berkebun di rumah saja, tepatnya Oktober 2018, June sudah berjualan tanaman hias. Dia mengingat kembali modal berjualan pertama kali sebesar Rp150.000.

Kaktus-kaktus berukuran mini dengan harga di bawah Rp10.000 menjadi dagangannya kala itu. Beberapa strategi diterapkan mulai berjualan daring via Instagram @flowtus_plantshop maupun pameran saat kegiatan kampus.

Tiap ada kampus dihubungi teman-teman yang menjadi panitia acara untuk buka lapak. Dari situ pelan-pelan mulai serius,” kata mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Diponegoro.

June tak menyangka pelanggan yang awalnya didominasi mahasiswa semakin melebar seiring pandemi Covid-19. June pun merasakan kenaikan omzet sejak awal tahun ini.

Sekitar 50% dari tahun sebelumnya. Penjualan meningkat melalui online karena pelanggan langsung beli banyak karena menanggung ongkir (ongkos kirim),” kata June.

Semakin banyak pelanggan tentu tantangan berbisnis semakin banyak. June harus bersabar melayani keinginan pelanggan. Misalkan, cek harga.

Persaingan semakin ketat kadang ketemu pelanggan yang sekedar banding-bandingin harga. Tidak semua penyuka tanaman teredukasi bagus,” ujar June.

Pengalaman tidak menyenangkan juga dirasakan. Saat mencari produk untuk stok, tak jarang ketemu petani yang curang.

Saya pernah beli di online untuk re-stock tapi tanaman-tanaman yang dikirim berbeda dengan yang dipilih,” katanya.

Namun, tantangan demi tantangan berhasil dilewati dalam dua tahun ini. Dia lantas melebarkan usaha dengan membuka toko yang bisa dikunjungi pelanggan.

June sebagai anak rantau harus kost di Banyumanik, memanfaatkan tempat jemuran sebagai taman mini sekaligus tempat menata ‘dagangan’. Dia menyewa ruang ini seharga Rp350.000/ bulan kepada pengelola kost. Hal ini terkadang membuatnya segan untuk menerima tamu.

Hasil keuntungan ditabung dan berhasil menyewa ruko sekaligus tempat tinggal. Alhamdulillah sudah berhasil buka toko. Jadi bisa terima tamu dan koleksi tanaman makin banyak, produk lain juga ada,” paparnya.

Namun begitu, tanggung jawab sebagai mahasiswa tidak dilupakan. June menyusun jadwal harian antara menyelesaikan tugas kuliah dan berjualan. Terlebih kegiatan perkuliahan yang dilakukan di rumah membuatnya semakin ringan menjalankan usaha ini.

Jadi saya utamakan kuliah. Kalau ada order masuk itu saya alihkan di jam-jam di luar kuliah,” terang mahasiswa dari luar Jawa ini. [hen]

Komentar Pembaca
Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 11:43:00

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

Robot Ikut Wisuda Daring Di Undip Semarang

SELASA, 28 JULI 2020 , 15:37:00

Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00