Percakapan WA Dibaca Istri, Kasus Persetubuhan Akhirnya Terbongkar

Hukrim  RABU, 09 SEPTEMBER 2020 , 11:06:00 WIB | LAPORAN: PRAYITNO

Percakapan WA Dibaca Istri, Kasus Persetubuhan Akhirnya Terbongkar
RMOLJateng. Percakapan WhatsApp tidak dihapus dan terbaca oleh sang istri, kasus persetubuhan antara RY (25) dengan seorang gadis dibawah umur sebut saja Bunga (13) akhirnya terbongkar. Sang istri tersangka RY, menelusuri percakapan itu dan akhirnya sampai ke orang tua Bunga.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, terbongkarnya aksi tak terpuji itu berawal dari percakapan korban dengan tersangka melalui WhatsApp oleh istri tersangka. Isi percakapan itu, tersangka merayu korban dan mengajak bertemu di sebuah tempat.

"Peristiwa itu terbongkar berawal dari percakapan korban dengan tersangka yang diketahui oleh istri tersangka. Chatting tersangka lupa tidak dihapus sehingga dibaca oleh istrinya," jelas Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Rabu (9/9).

Setelah mengetahui percakapan itu, istri menelusuri informasi tersebut. Singkat cerita informasi itu sampai kepada orang tua korban, yang berbuntut tersangka disidang oleh keluarga korban dan menyerahkannya ke polisi.

"Warga datang ke kami sambil menyerahkan tersangka. Selanjutnya kami melakukan penyelidikan dan penyidikan kepada tersangka," ungkapnya.

Tersangka RY oleh keluarga korban dianggap bukan orang berbahaya. RY sering bermain ke rumah korban, karena kebetulan kakaknya teman tersangka. Namun RY mengkhianati kepercayaan keluarga korban.

Pengakuan tersangka, aksi cabul dilakukan karena sering bertemu dengan korban dan tertarik dengan kecantikan korban. Iseng-iseng tersangka meminta nomor handphone korban dan melanjutkan percakapan melakukan chatting.

Korban tak pernah merasa aneh, karena dalam benaknya, tersangka adalah teman kakaknya yang pastinya akan melindunginya jika terjadi apa-apa. Ternyata, tersangka justru merusak Bunga.

Di hadapan penyidik, tersangka mengakui perbuatannya melakukan tindakan asusila kepada korban. Aksinya dilakukan di belakang rumah, saat rumah sepi.

Karena perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) Undang-undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan kurungan minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara. [jie]





Komentar Pembaca
Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan

SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 11:43:00

Foto: Taman Kota

Foto: Taman Kota

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 14:52:00

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

Wisuda Drive Thru di UPGRIS Semarang

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 12:14:00