Mari Makan Sayur Dari Kebun Sendiri

Daerah  SELASA, 01 SEPTEMBER 2020 , 12:07:00 WIB | LAPORAN: HENDRATI HAPSARI

Mari Makan Sayur Dari Kebun Sendiri
RMOLJateng. Seruan #dirumahaja masih bergaung menyusul pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan berakhir.

Tak sedikit pula yang merasa bosan selama beraktivitas di rumah saja. Beragam aktivitas bisa dilakukan di rumah, salah satu yang sedang digandrungi adalah berkebun.

Senin (31/8) sore dengan cuaca tidak begitu terik, Arina Molitha terlihat sibuk menempatkan bibit-bibit di plafon hidroponik.

Selada ini sudah siap pindah media,” ujarnya kepada RMOL Jateng yang mengunjungi rumahnya di Jln Kyai Saleh No 13, Semarang.

Selada Mia Red berukuran 5 cm sebelumnya disemai di rockwool.

Tak lupa ibu tiga anak tersebut juga memeriksa air dengan PH meter. Dia pun lantas mengisi bak air di bawah dengan AB mix sesuai dosis yang tepat.

Alat ini untuk mengecek nutrisi air jadi kalau kurang tanaman tumbuh tidak maksimal,” paparnya sembari menunjukkan PH meter untuk selada.

Arina masih terlihat sibuk melihat setiap bibit yang berada di lubang-lubang pralon. Sesekali dia menceritakan bahwa selada juga memiliki ragam varian. Pemanfaatan pun beraneka rupa untuk salad, jus atau smoothies.

Awal mula menekuni hidroponik dilatari dari ke dua orangtuanya di Bekasi yang terlebih dulu nyemplung. Dia pun lantas mencari informasi dan kebetulan bertepatan dengan pandemi Covid-19.

Ya udah akhirnya niat berkebun di rumah. Pertama kali di balkon (lantai 2) tapi lama-lama di bawah karena bak juga makin banyak,” ujarnya.

Dia pun memasang pelapis anti UV dan atap supaya tanaman tidak terkena sinar matahari langsung. Proses ini pun bisa dilakukan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak.

Mereka senang pas panen ada kebanggan tersendiri,” katanya.

Dia lantas bertekad ingin kemandirian pangan dengan menyediakan bahan baku dari rumah. Beragam sayuran mulai kangkung, bayam, selada hingga kale. Dari hasil panen, diakui masih konsumsi rumah tangga dan dibagikan ke keluarga atau kerabat untuk hampers.

Belum terpikir untuk dijual karena memang belum siap untuk produksi jumlah banyak. Namun, ada beberapa yang datang untuk membeli,” katanya.

Namun begitu, dia menularkan untuk para pemula yang ingin belajar hidroponik. Arina mengakomodasi dalam sesi kelas daring. Starter pack, bibit, media tanam bisa diperoleh dengan harga tertentu.

Berjuang di awal mau atau malas apa tidak. Dibutuhkan kemauan untuk mendobrak kebiasaan seperti pagi-sore menyirama atau mengecek kebun,” paparnya.

Peralatan di sekitar rumah atau botol plastik bekas pakai bisa digunakan jika tidak memiliki anggaran khusus. Bagi Arina, berkebun tidak lantas berhenti begitu saja. Dia pun ingin mengembangkan hobi tersebut menjadi peluang usaha.

Rencana ingin membuat green house karena permintaan sayuran hidroponik sudah semakin banyak. Kami ingin profesional dalam mengelola tanaman hidroponik ini,” katanya. [hen]

Komentar Pembaca
Penangkapan Tersangka Pengedar Uang Palsu Di Semarang
Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

JUM'AT, 27 NOVEMBER 2020 , 18:31:00

Desakan #2021BalikJatidiri

Desakan #2021BalikJatidiri

SENIN, 21 DESEMBER 2020 , 11:00:00