'Bima Sakti' Gelar Aksi Damai Berbalut Budaya Sebagai Roh Kota Solo

Daerah  MINGGU, 30 AGUSTUS 2020 , 18:38:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

'Bima Sakti' Gelar Aksi Damai Berbalut Budaya Sebagai Roh Kota Solo
RMOLJateng. Barisan Solidaritas Masyarakat Surakarta Untuk Indonesia Damai (Bima Sakti) gelar aksi damai yang dibalut dengan keragaman budaya.

Aksi yang diikuti ratusan masyarakat dari  78 elemen di kota Solo diawali dengan longmarch dari kawasan Ngarsopuro sampai di bundaran Gladak, yang merupakan jantung kota Solo.

Elemen yang bergabung didominasi oleh masyarakat kecil seperti PKL,  pengemudi becak, pedagang pasar, ojek online dan masyarakat marginal. mahasiswa, pelajar, ormas, paguyuban, budayawan dan seniman.

Pawai diawali dengan barisan pembawa bendera Merah Putih. Kemudian barisan yang menggunakan pakaian adat sebagai simbol keberagaman dan budaya bangsa yang ada di kota Solo khususnya.

Inisiator acara Kusumo Putro sampaikan aksi damai yang diwujudkan dengan kirab bendera sang saka Merah-Putih sekaligus kirab budaya Nusantara. Untuk menunjukkan Solo kondusif, Solo aman dengan segala keberagamannya. 

Selama ini ucap Kusumo, kota Solo selalu identik dengan kota Budaya. Kota yang damai penuh toleransi, saling menghormati dalam segala perbedaan dan keragaman.

"Kota yang unik dan mengedepankan sopan santun. Juga kota yang aman, nyaman, gotong royong, ayem tentrem dan berbudaya," paparnya kepada awak media di sela-sela aksi, Minggu (30/8) sore.

Aksi ini menurutnya bertujuan untuk menunjukkan Kota Solo yang damai dan bermartabat. Kota Solo yang adem ayem, berbudaya, aman,  nyaman, saling menghormati dan hidup dalam sebuah kebersamaan.

"Aksi damai untuk kota Solo yang aman dan kondusif sudah seharusnya menjadi kewajiban bersama untuk menjaga kota Solo," terangnya.

Sebagai warga Solo, dirinya dengan tegas sampaikan tidak akan tinggal diam ketika  kedamaian dan kondusifitas serta kerukunan antar warga di kota yang ini hancur. Harga diri kota Solo dimana warganya hidup bermukim bersama keluarga dan mengais rejeki di Solo diinjak - injak dan di lecehkan.

"Karenanya kami tidak ingin ada gesekan dalam masyarakat Kota Solo. Yang ditumpangi kepentingan baik pribadi, golongan maupun politik. Agar  tidak terjadi perpecahan,” tegasnya.

Aksi damai yang diwarnai dengan pertunjukkan Reog ini juga diisi dengan orasi dari berbagai pihak yang satu tujuan untuk mencipakan kota Solo yang kondusif.

Aksi diakhiri dengan deklarasi dan pernyataan sikap bersama warga kota Solo. Yang berisi 7 point dan intinya diantaranya warga asli kota Solo menginginkan kedamaian dan kondusifitas kota Solo.

"Kami warga Solo sepakat bersama-sama menjaga harga diri  kota kami dengan segenap jiwa raga demi kota Solo yang berbudaya dan bermartabat. Dan siap berkorban apapun untuk menjaga NKRI yang kami cintai," pungkasnya. [jie]





Komentar Pembaca
Penangkapan Tersangka Pengedar Uang Palsu Di Semarang
Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

Peluncuran UKMmu Oleh OJK Jateng

JUM'AT, 27 NOVEMBER 2020 , 18:31:00

Desakan #2021BalikJatidiri

Desakan #2021BalikJatidiri

SENIN, 21 DESEMBER 2020 , 11:00:00